HETANEWS.COM

Anak TK Ditimpa Tiang Bendera Hingga Dioperasi, Sekolah Enggan Beri Penjelasan

Lokasi TK Taman Cahaya di Jalan Sisingamangaraja. (foto : Hug)

Siantar, hetanews.com - Pasca Hari Kemerdekaan Kamis 17 Agustus kemarin, Kanaya (4) pelajar Taman Kanak-kanak (TK), tertimpa tiang bendera sehingga terpaksa dilarikan ke salah satu Rumah Sakit (RS) untuk dioperasi. 

Kedua orang tua serta sanak saudaranya begitu khawatir dengan keselamatan jiwa anak Kanaya.

Informasi dihimpun, sebuah tiang bendera yang terbuat dari besi di sekolah itu roboh lalu menimpa dan mengenai batok kepalanya. Kanaya pun langsung dilarikann ke salah satu RS di Kota Medan untuk menjalani operasi.

Untuk memastikan kebenaraan informasi tersebut, pihak sekolah TK Taman Cahaya yang beralamat di Jalan Sisingamangaraja Kelurahan Bah Kapul, Kecamatan Siantar Sitalasari, belum dapat memberikan keterangan dengan jelas tentang kejadian tersebut, Sabtu (19/8/2017).

Salah seorang pria yang ditemui di lokasi sekolah tidak menampik kebenaran informasi itu. Menurutnya, peristiwa itu terjadi Jumat (18/7/2017) siang saat jam olah raga berlangsung.

Namun saat ditanya lebih lanjut, pria bertubuh pendek mengenakan lobe ini berkelit dan tidak ingin menyebutkan namanya.

"Aduh bang, jangan tanya-tanya sekarang. Nanti kami kasih keterangan ya, supaya terang benderang. Saya lagi buru-buru ini, jangan sekarang ya. Mau ke kamar mandi dulu ini, nanti saya ngompol disini loh bang," tukas pria yang mengaku sebagai guru itu seraya buru-buru masuk ke toilet.

Kanaya yang tertimpa tiang bendera saat akan dioperasi. (foto: Facebook)

Tak berapa lama, 2 orang petugas Bhabinkamtibmas Polsek Siantar Martoba datang ke lokasi.

Salah seorang petugas Bhabinkamtibmas membenarkan peristiwa itu terjadi semalam. Pihak keluarga korban dikatakan, hanya memberitahukan bukan untuk membuat laporan pengaduan.

"Semalam kejadiannya. Saya pun kurang tau. Karen semalam gak saya yang piket. Ini perintah dari kantor kesini, mau jumpai pihak sekolahnya," ujarnya.

Tidak lama berselang, guru yang mengenakan lobe keluar dari toilet langsung menemui dua petugas Bhabinkamtibmas. 

"Ia pak ini kami mau sekarang mau ke RS di Medan," ujarnya kepada petugas.

Namun saat ditanya lebih lanjut mengenai kronologi peristiwa yang menimpa Kanaya, pria itu meminta agar media tidak memberitakan insiden itu. Pasalnya dia yakin pihaknya akan menyelesaikan seluruh persoalan ini dengan kekeluargaan.

"Tolonglah dulu jangan diberitakan bang. Ini kita mau ke Medan mau jenguk Kanaya. Bukannya kita gak bertanggung jawab. Berapa biaya nanti kita lihat saja," ketusnya memohon.

Petugas Polsek Siantar Martoba memegang tiang bendera yang tumbang. (foto: Facebook)

Ditanyai lagi bagaimana tiang bendera yang terbuat dari besi itu bisa menimpa anak didik, pria itu masih enggan menceritakan kronologisnya.

Bahkan para orang tua siswa dan pengurus TK. Taman Cahaya yang ditemui di lokasi sungkan memberikan penjelasan.

"Gak mungkin tiang benderanya kan, kemarin baru saja tujuh belasan. Jadi kalau diginikan pun (seraya memperagakan) gak tumbang itu. Hari ini kami kesana. Bukan gak mau bertanggung jawab. Ini sekolah yang punya mantan Sekda Pemkab Simalungun 2 periode loh," tukas pria pendek yang sama sekali tak mau menyebutkan namanya.

Penulis: gee. Editor: aan.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!