HETANEWS

Ini Penyebab Masyarakat Humbahas Kecewa saat Perayaan HUT Kemerdekaan

Bupati Dosmar Banjarnahor menyerahkan bendera Merah Putih pada anggota Paskibraka Kabupaten Humbahas. (foto :-Trendy)

Humbahas, hetanews.com - Perayaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke72 di Lapangan Merdeka Kecamatan Doloksanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) pada Kamis (17/8/2017) lalu menyisahkan kekecewaan di kalangan masyarakat.

Pasalnya pada perayaan tersebut, menurut masyarakat terkesan buru-buru dan tidak memiliki persiapan yang matang terutama dalam pembagian waktu acara. 

Berbagai perlombaan dan penampilan dalam acara tersebut terkesan dipaksakan agar cepat selesai.

Seperti salah satu contoh penampilan dari peserta marching band antar Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Tari Tumba antar Sekolah Dasar (SD).

Seperti keterangan salah satu peserta marching band, sebut saja Mawar (14) siswi yang berasal dari salah satu SMP swasta di Humbahas ini merasa sangat kecewa atas manajemen acara tersebut. 

"Kami pada umumnya sangat kecewa terhadap panitia acara HUT Kemerdekaan kemarin. Bagaimana tidak, kami sudah latihan hampir 3 bulan lamanya, namun penampilan marching band itu disuruh tampil sekali 4 sekolah. Pastinya tidak maksimal lagi," ujarnya kecewa. 

Bukan hanya itu, keterangan yang dihimpun dari masyarakat mengatakan bahwa perayaan HUT Kemerdekaan kemarin terkesan 'amburadul'. 

"Tidak ada manajemen waktu, semua dipaksakan. Kebayang kan gimana kalau marching band itu digodok sekali 4 grup? Estetika keindahannya pasti hilang, nada yang dihasilkan akan berantakan karena berbenturan dengan peserta lain. Sama halnya dengan tari tumba, musik peserta A dan B pasti berbeda, jadi peserta pasti akan kewalahan dan kebingungan," sebut sejumlah warga.

Menurut mereka lagi, bahwa marching band dan Tari Tumba sejatinya merupakan suatu seni yang memadukan antara gerakan dengan nada yang terdiri dari beberapa alat musik. Ini juga akan berantakan ketika 4 grup marching band dipertemukan dalam penampilan yang sama didalam satu lapangan. 

Penulis: trendy. Editor: aan.