HETANEWS

Tangkap MIP, BNNK Siantar Kejar B Terduga Pemasok Sabu

Kasi Berantas BNNK Siantar, Kompol Pearson Ketaren menjelaskan penangkapan MIP (berbalik, baju putih).

Siantar, hetanews.com - Ternyata, penggerebekan yang dilakukan Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Siantar pada Minggu (13/8/2017) lalu, di Jalan Melati, Kelurahan Simarito, Kecamatan Siantar Barat, dilatar belakangi peredaran sabu.

Hal ini dikatakan Kepala BNNK Siantar, AKBP S Sinuhaji melalui Kasi Berantas, Kompol Pearson Ketaren di depan para wartawan saat menggelar press rilis, Jumat (18/8/2017), dikantornya.

Ia menjelaskan awal kronologi penangkapan MIP (28), tersangka kepemilikan 19 butir pil ekstasi dan dua rekannya, yaitu HS serta seorang wanita berinisial T yang dilakukan rehabilitasi rawat jalan oleh pihak BNNK Siantar.

"Di hari penangkapan, kita mendapat informasi ada seseorang inisial B, membawa sabu-sabu seberat 1 ons ke Jalan Melati. Sebenarnya itu yang kita kejar. Karena mungkin soal waktu, kita kejar kesana, ternyata ia sudah sempat keluar dari rumah itu (TKP)," kata Pearson.

Mereka awalnya mengira, bahwa waktu mereka untuk menggerebek dan menangkap B sudah tepat. Namun, B yang dikatakan Pearson adalah warga Siantar, sudah terlebih dahulu pergi sebelum kedatangan petugas BNNK Siantar.

Baca Juga: Tangkapan BNN Siantar di Jalan Melati, 1 Tersangka dan 2 Direhabilitasi

"Rumah itu kan ada pintu besi, juga awalnya tidak mau dibuka. Tapi akhirnya dibuka juga kira-kira setelah setengah jam. Gak tahu kenapa, si B gak ada lagi mungkin entah ada yang mesan, dia pergi dan (sabu) dibawa. Sebenarnya itu (B) yang kita kejar," tuturnya.

Ia juga membenarkan, bahwa saat penggerebekan, mereka mendengar ada suara siraman air yang diduga di kamar mandi rumah tempat penangkapan itu. Saat ditanya wartawan, Pearson memperkirakan sebutir pil ekstasi diedarkan seharga Rp 200 ribu.

"Kalau harga (pil ekstasi), kurang tahu pula ya. Mungkin sekitar Rp 200 ribu itu dijual (per butir). Kita lakukan pemeriksaan, penyidikan dan selanjutnya akan kita lengkapi berkas ke kejaksaan,"ujarnya.

Sedangkan tersangka MIP hanya tertunduk dan sesekali menjawab pertanyaan dari wartawan. Ia mengaku pernah ditahan sebelumnya (resedivis). Sedangkan barang (pil ekstasi) itu didapatnya dari B dan sudah sekitar setahun menggunakan barang haram tersebut.


Penulis: ndo. Editor: gun.