HETANEWS

3 Anak Adopsi Diserahkan ke Dinsos Simalungun, Ini Ragam Tanggapan Nitizen

Postingan di medsos mengenai proses penyerahan anak korban adopsi ilegal.

Simalungun, hetanews.com - Para netizen memberikan komentar beragam terkait penyerahan 3 orang anak korban adopsi ilegal ke Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Simalungun.

Baca: Tiga Anak Korban Adopsi Ilegal Diserahkan ke Dinsos Simalungun

Sementara hasil wawancara hetanews dari aparat penegak hukum bahwa proses pengadopsian anak harus berdasarkan putusan Pengadilan Negeri (PN).

Baca: Pengadopsi Hanya Punya Anak Tunggal dan Harus Melalui Pengadilan

Namun terkait penyerahan 3 orang anak korban adopsi ilegal itu, para netizen memberikan tanggapan berbeda-beda.

Seperti dalam akun Facebook (FB) Yuni Rusmini yang dalam stutusnya menyebutkan ‘Niat baik yg berujung jadi bencana Hidup. Pasangan Suami Istri (Pasutri) ini harus menyerahkan anak adopsinya ke dinsos dgn teriakan histeris Bahkan sampai pingsan’.

Dalam status tersebut juga dibubuhi dengan vidio dari pasangan suami istri (pasutri) yang menangis ketika anak adopsi itu harus diserahkan pada Dinsos Simalungun.

Beberapa komentar juga dilontarkan oleh beberapa netizen seperti akun FB Meita Marianna Dahata. Dia menjelaskan terkait prosedur adopsi anak.

“Dear bunda... Prosedur adopsi harus dipenuhi untuk melindungi anak-anak juga... Agar terhindar dari penculikan, penjualan organ, terlantar 2 kali... Kalau kita melakukan hal tsb berarti kita mendukung adanya jual beli bayi... Bukannya tdk sayang pada bayi tsb... Pemerintah memberikan hak untuk mengadopsi dengan syarat yg harus dipenuhi,” tulis akun Meita Marianna Dahata.

Namun ada juga netizen yang mempertanyakan jika anak tersebut di tangan Dinsos apakah dapat dirawat dengan baik. Seperti komentar salah satu akun Putri Liar Kadar.

"Trus kl diambil ama dinas sosial...mau bener2 diasuh negara? Kurang kerjaan...masih banyak anak2 lain terlantar yg butuh rumah...orang tua..itu aja yg diurusin..kok yg sdh punya rmh..tempat pulang..keluarga dan orang tua..mau di usik lg hidup nya...apa iya...yakin..merasa lebih baik kl dirawat sama negara? Dinas sosial..secara anak negara aja banyak yg terlantar,” sebut Putri Liar Kadar.

Sebelumnya, Ketua PN Kota Siantar, Pasti Tarigan menyebutkan  intinya kalau mau mengadopsi anak harus melalui pengadilan dan ada penetapan dari pengadilan. Dan apabila proses adopsi tidak ada penetapan melalui pengadilan, maka adopsi tersebut dianggap tidak sah.

"Bukan adopsi namanya, tapi mengasuh anak (tanpa melalui penetapan pengadilan). Kalau sudah diadopsi, dia sudah bagian dari keluarga itu," kata mantan Wakil Ketua PN Kota Siantar ini.

Penulis: tom. Editor: aan.