Siantar, hetanews.com - Praktisi hukum pidana, Try Oktavianus Hutagalung mengatakan, pencemaran terhadap lingkungan dapat tersandung pidana dengan Undang-Undang (UU) Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

"Ancaman pidana penjaranya paling singkat tiga tahun dan paling lama sepuluh tahun dan denda minimal Rp 3 miliar dan maksimal 10 miliar," kata Try kepada hetanews, Sein (7/8/2017) ketika ditanyai soal air Sungai Bah Bolon berwarna merah akibat pewarna pakaian.

Baca: Berubahnya Air Bah Bolon Akibat Zat Pewarna Pakaian

Jekson: Zat Pewarna Merahkan Bah Bolon Pewarna Ulos, Langgar UU Nomor 32

UU PPLH itu dijelaskan Try, diciptakan untuk mengatur segala sesuatunya tentang lingkungan hidup berlaku bagi semua kalangan. Masyarakat dilarang mencemari lingkungan dan harus mematuhi peraturan tersebut.

Lebih lanjut dikatakan, pasal 98 UU PPLH berbunyi setiap orang dengan sengaja melakukan perbuatan yang mengakibatkan dilampauinya baku mutu udara ambient, baku mutu air, baku mutu air laut atau kriteria baku kerusakan lingkungan hidup.

"Sudah tentu adanya peraturan (UU PPLH) untuk dipatuhi dan dihormati oleh rakyat, bukan sebaliknya dilanggar," ujarnya.