Siantar, hetanews.com - Air Sungai Bah Bolon mendadak berubah warna merah, Senin (7/8/2017) sekira pukul 11.00 WIB.

Hal ini membuat warga heboh untuk melihat kejadian tersebut. Akibatnya banyak opini yang berkembang terkait kejadian itu, namun ternyata zat pewarna pakaian.

Awalnya ada yang menyebutkan, warna itu darah dari ular naga, dan hal-hal yang berbau mistis lainnya.

Sisa zat perwarna kain yang diamankan pegawai Dinas Lingkungan Hidup Kota Siantar.

Namun ternyata semua hal itu tidak benar. Sebab asal warna merah yang mengalir di sekitaran Sungai Bah Bolon itu berasal dari tempat sampah di Jalan Siantar-Parapat tepatnya Simpang Dua dekat Jembatan Timbangan. 

Berdasarkan keterangan warga sekitar, ternyata zat iti telah dibuang sekitar 3 hari lalu. Namun hingga kini tak diangkut oleh Dinas Kebersihan Kota Siantar.

"Awalnya kan di tempat sampah itu dibungkus dalam plastik. Sudah 3 hari di situ dibuat sama pengangkut sampah di samping tempat sampah. Kemungkinan ada orang iseng dibuangkan 1 plastik ke parit, jadi beginilah," sebut warga sekitar. 

Parit tempat dibuangnya zat pewarna pakaian.

Tampak zat yang yang berbentuk gumpalan yang berwarna merah tua itu ketika terkena air langsung berubah menjadi warnah merah muda seperti darah. 

Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kota Siantar, Ronal Saragih yang berada di lokasi menyebutkan mereka akan memeriksa zat apa yang telah ditemukan tersebut.

"Kita belum bisa zat apa ini. Kota ambil dulu sampelnya baru tau nanti zat apa ini," sebutnya. 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Jekson Gultom yang juga berada di lokasi juga belum bisa memastikan apakah zat tersebut berbahaya bagi lingkungan.

Aliran Sungai Bah Bolon berubah warna di daerah Simpang SKI.

"Kita ambil sampelnya terus nanti akan dieliti apakah zat ini berbahaya bagi lingkungan. Fan kita harapkan jangan ada lagi masyarakat yang melakukan hal serupa," kata Jekson.