Siantar, hetanews.com - Zat pewarna yang membuat sungai Bah Bolon menjadi merah, seperti darah, ternyata berasal dari zat pewarna ulos.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Jekson Gultom kepada hetanews, Senin (7/8/2017).

"Hasil sampel yang sudah kita ambil dan sudah kita teliti, ternyata berasal dari zat pewarna untuk ulos,"sebut Jekson melalui sambungan selulernya. 

Masih kata Jekson, sampel yang mereka ambil tersebut kemudian langsung dikirim ke Medan untuk diteliti lebih intesif. "Sampelnya kita langsung kirim ke Medan untuk penelitian lebih intensif dan mencari tahu, apakah zat ini berbahaya bagi mahkluk hidup yang ada di sekitaran sungai Bah Bolon,"katanya. 

Baca Juga: Sungai Bah Bolon Mendadak Berwarna Merah, Ternyata Ini Penyebabnya

Ditanya bagaimana dengan pelaku pembuang zat tersebut, Jekson menyebutkan, mereka akan mencari tahu siapa yang membuang zat tersebut dan dari mana asalnya. "Kita akan telusuri dari mana asalnya dan siapa yang membuang, dan kita harapkan jangan lagi terjadi kejadian yang sama,"ucapnya. 

Terkait sanksi bagi orang yang mencemari lingkungan, Jekson menyebutkan, bahwa dapat dikenakan sanksi pidana. "Berdasarkan Undang - undang nomor 32 tentang lingkungan hidup, bahwa bagi setiap orang yang sengaja ataupun tidak sengaja mencemari lingkungan dan berdampak bagi makhluk hidup akan diberikan sanksi kurungan. Untuk itu kita akan mencari informasi siapa yang melakukan ini,"katanya.