HETANEWS

Kapolres Simalungun Ungkap Perdagangan Bayi di Pesanggrahan

Guntur Manihuruk (calo penjual bayi).

Simalungun, hetanews.com-Kapolres Simalungun, AKBP Marudut Liberty Panjaitan berhasil mengungkap aksi perdagangan atau penjualan bayi (human trafficking) di Pesanggraha Bung Karno, Kelurahan Tiga Raja, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Jumat (4/8/2017) sekira pukul 13.00 WIB.

Dalam kasus itu, 4 orang ditetapkan sebagai tersangka yakni, Ayu Fatma boru Nababan (ibu kandung bayi), Demsi boru Manurung atau Mak Riko (pembeli bayi), Wenderi Sigiro (penjemput bayi) dan Guntur Manihuruk (calo penjual bayi).

Bayi yang akan dijual.

Sementara barang bukti yang diamankan yakni, 1 unit handphone (HP) merk Oppo warna putih, 1 buah kalung emas, 1 buah cincin, uang Rp 307 ribu dan 1 lembar surat penyertaan penyerahan bayi dari Ayu Fatma pada Demsi bermaterai Rp 6.000.

Menurut Kapolres, dirinya telah meminta tanggapan dari ahli Indriyanto Seno Adji mengenai prosedur mengenai pengangkatan anak melalui persyaratan diatur dalam Pasal 12 dan 13 dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 54 Tahun 2007 tentang Pelaksanaan Pengangkatan Anak.

Wenderi Sigiro (penjemput bayi)

Di mana para tersangka yakni, Ayu Fatma, Wenderi dan Demsi memenuhi unsur delik inti sebagai perbuatan menjual, memperdagangkan anak sebagai I ke 68, yaitu pasal 83 Undang-Undang (UU) RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Menurut Marudut, ketiganya dapat dipertanggungjawabkan secara pidana, tidak terkecuali orang tua atau anak menginginkan berpindah atau tidak.

Demsi boru Manurung atau Mak Riko (pembeli bayi),

Sementara tersangka Guntur yang memberikan uang dengan alasan apa pun bagi menerima bayi tersebut tidak melalui prosedur yang dibuat dan diatur pada pasal 12 dan 13 PP Nomor 54 Tahun 2007.

Hal ini termasuk perpindahan antar daerah maupun antar negara, bisa berupa perdagangan, pengiriman dan penerimaan dan penampungan terhadap seseorang yang tujuan nya untuk memperdagangkan anak yang menimbulkan keuntungan.

Ayu Fatma boru Nababan (ibu kandung bayi), 

"Perdagangan anak banyak dan sering terjadi dan dianggap biasa. Namun kita harus disesuaikan dengan UU yang berlaku, tidak bisa semaunya, serta harus mendapat penetapan pengadilan," sebut Kapolres.

Dirinya pun  meminta kepada warga harus mengikuti proses hukum dalam mengadopsi anak agar tidak terkena tindak pidana trafficking.

Sementara itu sesuai dengan PP Nomor 54 Tahun 2007 diatur mengenai syarat-syarat anak yang diadopsi atau diangkat sesuai pasal 12 yakni:'

a. belum berusia 18 (delapan belas) tahun

b. merupakan anak terlantar atau ditelantarkan

c. berada dalam asuhan keluarga atau dalam lembaga pengasuhan anak 

d. memerlukan perlindungan khusus

(2) Usia anak angkat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a meliputi:l:  

a. anak belum berusia 6 (enam) tahun, merupakan prioritas utama

b. anak berusia 6 (enam) tahun sampai dengan belum berusia 12 (dua belas) tahun, 
sepanjang ada alasan mendesak 

c. anak berusia 12 (dua belas) tahun sampai dengan belum berusia 18 (delapan belas) 
tahun, sepanjang anak memerlukan perlindungan khusus.

Pasal 13 mengenai calon orang tua angkat harus memenuhi syarat-syarat: 

a. sehat jasmani dan rohani

b. berumur paling rendah 30 (tiga puluh) tahun dan paling tinggi 55 (lima puluh lima) tahun

c. beragama sama dengan agama calon anak angkat

d. berkelakuan baik dan tidak pernah dihukum karena melakukan tindak kejahatan

e. berstatus menikah paling singkat 5 (lima) tahun

f. tidak merupakan pasangan sejenis

g. tidak atau belum mempunyai anak atau hanya memiliki satu orang anak

h. dalam keadaan mampu ekonomi dan sosial

i. memperoleh persetujuan anak dan izin tertulis orang tua atau wali anak

j. membuat pernyataan tertulis bahwa pengangkatan anak adalah demi kepentingan terbaik bagi anak, kesejahteraan dan perlindungan anak

k. adanya laporan sosial dari pekerja sosial setempat

l. telah mengasuh calon anak angkat paling singkat 6 (enam) bulan, sejak izin pengasuhan 
diberikan

m. memperoleh izin Menteri dan/atau kepala instansi sosial

Penulis: tim. Editor: aan.