HETANEWS

Aksi Spanduk di HUT Humbahas, Dosmar Banjanahor Paparkan Prestasi yang Diraih

Bupati Dosmar Banjarnahor saat memimpin pertemuan dengan para mahasiswa dan pemuda di Humbahas. (foto : Trendy)

Humbahas, hetanews.com - Bupati Humbang Hasundutan (Humbahas) Dosmar Banjarnahor, melakukan pertemuan dengan beberapa mahasiswa dan pemuda di daerah itu, Rabu (2/8/2018)

Dosmar memimpin pertemuan didampingi jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) itu sekaitan dengan aksi spanduk pada acara HUT Kabupaten Humbahas Sabtu lalu.

Baca: HUT Humbahas Diwarnai Aksi Pemuda dan Mahasiswa Hingga Berujung Pemukulan

Video-Tendangan Jet Lee Pejabat Humbahas saat Aksi Pemuda dan Mahasiswa

Pada pertemuan tersebut, Dosmar memaparkan prestasi-prestasi dan kendala yang sudah diraih Kabupaten Humbahas selama masa kepemimpinannya.

Dalam pemaparannya sekaitan dengan anjloknya harga komoditas di pasar Humbahas, Dosmar mengaku bahwa pemkab tidak diperbolehkan untuk menjadi buyer (pembeli) terhadap hasil pertanian di daerah tersebut.

Namun dia mengatakan, akan membentuk Perumda (Perusahaan Umum Daerah), guna menalangi maupun sebagai pembeli hasil komoditas pertanian.

"Sewaktu harga komoditas pertanian anjlok, pemerintah tidak dapat menjadi buyer atau pembeli, jadi kita akan bentuk Perumda," terangnya.

Tambahnya lagi, kendala saat ini adalah pengesahan yang dianggap lambat terhadap pembentukan Perumda oleh DPRD Humbahas. Dia mengatakan, bahwa DPRD gamang dalam pengesahan tersebut dikarenakan bahwa 80 persen Perumda merupakan lahan korupsi.

"Kendalanya saat ini adalah pengesaha oleh DPRD. Kita akui DPRD Humbahas saat ini agak gamang dalam pengesahannya. Karena dari data yang kita dapat bahwa 80 persen Perumda ini merupakan lahan korupsi, jadi DPRD mungkin sangat berhati-hati," ujarnya.

Di akhir pemaparannya, Dosmar juga membantah seluruh pemberitaan miring yang ditujukan terhadapnya. Dimulai dari penahanan alat berat pertanian di Parsingguran, Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai keset kaki, penghinaan dan penggantian nama Jalan Sisingamangaraja XII, beras miskin (raskin) tidak bervitamin dan lain sebagainya.

Penulis: trendy. Editor: aan.

Ikuti kami di Twitter, Instagram, Youtube, dan Google News untuk selalu mendapatkan artikel berita terbaru dari Heta News.