Siantar, hetanews.com - Akbar, pemuda berusia 27 tahun yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polsek Siantar Barat akhirnya berhasil diringkus di sebuah gelanggang permainan (gelper) di Komplek SBC, Kelurahan Pahlawan, Kecamatan Siantar Timur, Selasa (1/8/2017) malam.

Warga Jalan Jawa, Kelurahan Bantan, Kecamatan Siantar Barat, akhirnya menyusul kedua kawannya yakni, Nanang Iskandar (22) dan Candra Lesmana (28) karena lebih duluan ditangkap petugas Polsek Siantar Barat.

Baca: Candra Ditangkap Polsek Siantar Barat di Rumahnya, Ini Penyebabnya

Saat diringkus, Akbar sedang bermain di gelper tersebut. Ia mungkin tak menyadari kalau dirinya masuk DPO sehingga ketika Polsek Siantar Barat mendapat informasi, langsung meringkus tersangka pembongkaran rumah ini.

Akbar saat ditanyai, mengakui bahwa ia dan Candra yang merencanakan pembongkaran rumah milik Nur Dwi Setiawan di Jalan Tombang, Kelurahan Timbang Galung, Kecamatan Siantar Barat, Minggu (2/7/2017) lalu. Rumah tersebut sudah ditargetkan mereka bongkar.

Sewaktu mengeluarkan barang-barang elektronik dari dalam rumah, aksi mereka dipergoki sama warga setempat, sehingga ia dan Chandra segera kabur melarikan diri. Sedangkan Nanang masih di rumah dan kemudian ditangkap warga.

Kapolres Siantar, AKBP Doddy Hermawan melalui Kapolsek Siantar Barat, Iptu J Sidabutar membenarkan penangkapan ini. Akbar ditangkap setelah dua rekannya terlebih dahulu ditangkap atas laporan korbannya Nur Dwi Setiawan yang mengalami kerugian sebesar Rp 9 juta lebih.

Terhadap kasus tersebut, pelaku Muhammad Chandra dan Nanang telah dilakukan penahanan. Sedangkan Akbar sebagai dalang aksi pencurian masih dalam pemeriksaan. "Otaknya si Akbar yang letak rumahnya berdekatan dengan kediaman korbanPerbuatannya dijerat Pasal 363 KUHPidana," jelasnya.

Diketahui, ketiganya diringkus setelah pembongkaran rumah korban yang ditinggal kosong saat pemiliknya pergi ke Medan. Mereka berhasil menggondol barang terdiri dari 3 buah kipas angin dan kompor gas, kemudian gosokan elektronik serta barang lainnya.