HETANEWS

Pernah Disambangi JR Saragih, Warga Desa Ini Harapkan Bantuan Bedah Rumah

Maria Boru Saragih (​baju putih), dan Lena Boru Simamora (baju merah) serta pedagang ikan keliling asal Nagori Janggir Letto.

Simalungun, hetanews.com - Selama 30 tahun hidup dalam jerat kemiskinan, membuat Maria Boru Saragih tidak dapat berbuat banyak untuk merenovasi 'istana kecilnya'.

Rumah berukuran 6 x 5 meter berbentuk panggung dan beratap seng usang yang bocor di bagian depan, menjadi tempat peraduan Maria ketika merasa penat setelah seharian bekerja sebagai buruh pengepul getah di kebun milik orang lain.

Perempuan 50 tahun itu kini tinggal sendirian di rumah yang hampir seluruhnya terbuat dari papan. Ini setelah hampir 8 tahun yang lalu suami yang sangat dicintainya pulang ke pangkuan ilahi dikarenakan sakit yang menimpanya.

Maria tidak mempunyai keahlian selain menjadi buruh tani, tidak seperti masyarakat urban yang selalu dituntut terampil dan memiliki berbagai potensi.

Jangankan memiliki itu, saat tim hetanews ingin mengabadikan fotonya, dirinya terlihat kaku dan malu-malu dihadapkan dengan kamera handphone (HP). 

Sungguh pemandangan tersebut sangat berbanding terbalik dengan kaum sosialita di perkotaan. Kemilau cahaya lampu bahkan baru dinikmati 2 tahun silam pasca salah satu pucuk pimpinan di Simalungun menyambangi desa yang bernama Dusun V Bintang Maria, Nagori Dolok Maraja, Kecamatan Tapian Dolok.

Rumah milik Lena Boru Simamora, yang diharapkan dapat bantuan bedah rumah dari Pemkab Simalungun.

"Seingat saya, baru 2 tahun ini kami bisa menikmati listrik, dulu memang ada mesin diesel, tapi sering rusak dan kehabisan solar," katanya kepada hetanews pada Senin, (31/7/2017).

Meskipun bukan sepenuhnya tanggung jawab Pemkab Simalungun dalam menyediakan fasilitas listrik, namun kedatangan Bupati JR Saragih membawa perubahan dan kepercayaan diri masyarakat di Bintang Maria.

Begitupun yang dikatakan ibu 2 orang anak bernama Lena boru Simamora, saat ini dirinya merasa percaya masih ada pemimpin yang mau datang berkinjung untuk mendengar keluhan masyarakat.

Perempuan berusia 56 tahun itu berharap JR Saragih kembali datang menyambangi desa mereka serta memberikan bantuan bedah rumah.

"Saya senang sekali punya Bupati seperti JR Saragih. Mudah-mudahan kami diberi bantuan bedah rumah sama JR Saragih," ujarnya tersenyum penuh harap. 

Penulis: tim. Editor: aan.