HETANEWS.COM

Sampaikan Pledoi, Syachril Minta Game Zone Lain Ditindak

Syachril Simanjuntak duduk dikursi pesakitan pada sidang beberapa waktu lalu.

Siantar, hetanews.com - Syachril Simanjuntak, terdakwa kasus judi "tembak ikan" memohon agar hukumannya diringankan hakim. Disamping itu, pengelola game tembak ikan ini, mengeluhkan sikap aparat  yang hanya menindak permainan ketangkasan "GG Zone" yang dikelolanya, meski ada beberapa lokasi game lain di Siantar.

Permohonan sekaligus keluh kesah itu disampaikannya pada persidangan yang beragenda nota pembelaan (pledoi) di Pengadilan Negeri (PN) Siantar, Kamis (27/7/2017). Pada sidang itu, turut juga dihadiri ke delapan terdakwa lainnya. Mereka juga memohon agar dijatuhi hukuman ringan.

Dalam penyampaian pledoi, Syachril menuding aparat penegak hokum, seperti Polda Sumatera Utara dan Polres Siantar, bersikap tebang pilih menindak game zone, di wilayah hukum Kota Siantar. Dirinya pun menyebutkan, beberapa titik lokasi game serupa. 

"Masih ada tempat lain, seperti di Jalan Kartini, belakang penjara lama (komplek SBC). Kenapa,"katanya kepada majelis hakim ketua sidang, Pasti Tarigan.

Sikap tebang pilih menurut dia, lantaran aparat hanya menindak game ketangkasan yang dikelolanya yakni, GG Zone berada di Jalan Tanah Jawa, Kecamatan Siantar Utara. Dirinya pun meminta agar perlakuan sama diterapkan kepada game zone lain. 

"Kenapa yang lain itu tidak ditangkap. Punya saya ada izinnya," katanya.

Meski begitu, pria bergelar sarjana itu mengakui kalau dirinya bersalah. Dia berharap hukumannya diringankan oleh majelis hakim. "Kalau saya bersalah saya minta diberi keringanan hukuman," katanya.

Sementara itu, menanggapi permohonan terdakwa jaksa penuntut umum (JPU), Dodi Emil menyatakan pihaknya tetap pada tuntutan. Sidang kemudian dilanjutkan pekan depan dengan agenda putusan."Kita tetap pada tuntutan," ujar Dodi.

Diberitakan sebelumnya, jaksa menuntut Syachril Simanjuntak, 2 tahun pidana penjara. Sedangkan 8 orang lainnya, dituntut bervariasi sesuai perannya masing-masing.

Mereka adalah Awe, Jhon Siahaan dan Akiruddin (para pemain) selama 1 tahun pidana penjara. Dua terdakwa lain, Imbalo Siregar dan M Yunan Matondang dituntut 1,6 tahun. Mereka berperan sebagai penukar voucher.

Tuntutan 1 tahun 6 bulan penjara juga ditujukan jaksa pada Redunan Fendi Djudin (teknisi) serta 2 orang kasir GG Zone, yakni Fa dan Ss.

Penulis: bt. Editor: gun.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan