Siantar, hetanews.com - Kemacetan lalu lintas di lokasi kecelakaan beruntun, di Jalan Medan Km 7,5, Kelurahan Tambun Nabolon, Kecamatan Siantar Martoba, berujung kericuhan.

Saat kondisi jalanan macet, para pengendara harus pelan-pelan, sehingga terjadi senggolan kecil antara mobil Suzuki APV warna silver nomor polisi (nopol) BK 1551 WJ dengan mobil pick up bak terbuka nopol BK 9710 CH.

Seorang lelaki yang diketahui bermarga Tarigan, supir mobil Suzuki APV yang bamper depan mengalami kerusakan kecil, meminta pertanggung jawaban dari supir pick up tersebut.

Terjadi percecokan, di mana supir pick up tidak mau memberikan ganti rugi karena ia merasa mobilnya yang disenggol. Sementara itu, Tarigan tersulut emosi karena tak mendapat ganti rugi sehingga ia bertindak anarkis.

Tarigan mengambil sebilah parang dari mobilnya dan mengancam supir itu agar memberikan ganti rugi, seingga membuat kerumunan warga yang melihat kejadian laka lantas itu menjadi histeris.

Seorang petugas Sat Lantas saat menyimpan barang bukti sebilah parang.

Beberapa warga berteriak agar Tarigan, menurunkan senjata tajam itu. Ada juga yang berteriak agar seseorang berani untuk mengambil parang tersebut. "Ambil itu parangnya, ambil itu," teriak warga. 

Tidak ada yang berani meredam amarah Tarigan. Tarigan mencoba mengejar sopir pick up yang lari. Akhirnya karena emosi diliputi kesal, ia menusuk dan mengoyakkan 2 buah ban depan mobil pickup tersebut.

"Kesal aku. Udah kuajak damai gak mau dia. Tadi dia itu belok maksa dari kiri diserempetnya mobilku sampai rusak. Kucucuk (tusuk) lah mobilnya biar gak pigi dia," ujar Tarigan usai diamankan petugas Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Siantar.

Akibat tindakan anarkisnya, Tarigan pun berurusan dengan pihak Kepolisian. Niat menjemput anaknya dari sekolah berujung ke kantor polisi.

"Yang bersangkutan sudah kita amankan. Ini barang buktinya (sebilah parang) juga sudah diamankan. Biar nanti dibawa saja ke kantor (polisi)," ucap petugas Kepolisian, S Haloho.