Simalungun, hetanews.com - Suratno (37) alias Pak Meng, warga Huta II, kampung 41, nagori Bandar Betsy, kecamatan Bandar Huluan, divonis 6 tahun bui, di Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, Kamis (27/07/2017). Selain pidana penjara, terdakwa juga didenda Rp.800 juta subsider 3 bulan penjara.

Vonis majelis hakim Nasfi Firdaus, Justiar Ronald dan Hendrawan Nainggolan tersebut, lebih ringan dari tuntutan jaksa Indri Widya, yang semula menuntut pidana penjara selama 8 tahun denda Rp.800 juta subsider 3 bulan penjara. Terdakwa dinyatakan terbukti bersalah melanggar pasal 114 (1) UU RI No.35/2009 tentang narkotika.

Terdakwa diamankan petugas Polsek Perdagangan, Bambang, Jabiden S dan Jhonson Napitupulu pada Jumat, 3 Pebruari 2017 sekira pukul 12.30 WIB, di areal perladangan sawit di Bandar Betsy. Siang itu, terdakwa yang sedang mengangon kambing, berusaha melarikan diri saat melihat kedatangan petugas dan membuang sesuatu.

Setelah berhasil ditangkap, ternyata terdakwa mebuang bungkusan plastik berwarna hitam berisi 7 bungkus ganja dan 1 plastik kresek hijau berisi ganja kering. Petugas juga menyita ganja lainnya dari kamar terdakwa. Keberadaan semua barang bukti seberat 107,88 gram, diamankan ke Polres Simalungun.

Ganja sebanyak itu dibeli dari Khoir (DPO) yang akan dijual kembali oleh terdakwa dengan harga Rp.20 ribu/paket. Terdakwa mengaku mendapat Rp.50 ribu dari hasil penjualan ganja. Terdakwa dalam persidangan didampingi pengacara Antoni Sumihar Purba, menyatakan menerima putusan tersebut.

Demikian juga dengan jaksa. Persidangan dibantu panitera A Manurung, dinyatakan selesai dan ditutup.