HETANEWS.COM
CITIZEN JOURNALISM

Jual Tanah Tanpa Surat,  Pasutri Tidur di Hotel 'Prodeo'

Pasangan suami istri yang diamankan di Mapolsek Sunggal. (foto : Ardiansyah)

Medan, hetanews.com - Khailil Husairi Sembiring alias Dabul (44) warga Desa Sialang Muda,  Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deliserdang, dan Ramlah (49) terpaksa harus berurusan dengan pihak Polsek Medan Sunggal.

Pasalnya, pasangan suami isteri (pasutri) ini 
ditangkap karena terlibat kasus 
penipuan dan penggelapan penjualan tapak tanah tanpa dokumen kepada korban Rusman (54) warga Jalan Lestari No 32 Dusun XXI Desa Muliorejo Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang.

Kanit Reskrim Polsek Sunggal,  Iptu Martua Manik mengatakan, kejadian berawal saat korban membeli tapak tanah di daerah Hamparan Perak kepada kedua pelaku.

Lantaran tanah itu dikatakan pelaku memiliki surat dari Camat, korban pun mau membelinya. Kesepakatan pun dicapai dengan harga Rp 50 juta. Namun, surat tanah diberikan beberapa hari kemudian.

"Setelah beberapa hari ditunggu, korban meminta surat tanah itu  kepada pelaku. Dikarenakan pelaku tak bisa memberikan surat tanah, korban meminta uangnya untuk dikembalikan," katanya, Kamis (27/7/2017). Pelaku pun menolak dan  mengorek tanah yang dijualnya kepada korban menjadi sebuah kolam.

Kedua pelaku saat dipaparkan di Mapolsek Sunggal. (foto: Ardiansyah)

Merasa ditipu, korban melaporkan kejadian ini ke Polisi. Petugas Polsek Sunggal yang mendapat laporan melakukan penyelidikan dan menangkap pelaku. 

"Setelah ditangkap pelaku membuat permohonan agar tidak dilakukan penahanan. Setelah melalui pertimbangan, permohonan kedua pelaku pun dikabulkan untuk ditangguhkan," jelasnya. 

Namun kasus keduanya tetap lanjut dan berkas perkara dikirim ke jaksa. Usai dinyatakan lengkap berkas perkaranya (P21), dilakukan pemanggilan terhadap pelaku untuk diserahkan ke jaksa.

"Pelaku tidak memenuhi panggilan polisi, sehingga kita mengeluarkan surat perintah membawa paksa untuk dilakukan penahanan karena tidak kooperatif," tambahnya.

Kedua pelaku ditangkap pada tempat dan waktu berbeda serta diserahkan kepada pihak Kejaksaan untuk proses persidangan. "Pelaku kita jerat Pasal 378 subs 372 KUHPidana, dengan ancaman kurungan 4 tahun," sebut Martua.

Penulis: ardiansyah. Editor: aan.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!