HETANEWS

Diduga Banyak Pencurian Arus Listrik, PLN 'Warning' Pemko Binjai

Manager PLN Rayon Binjai Kota, Siti. (foto : Jufri)

Binjai, hetanews.com - Perusahaan Listrik Negara (PLN) cabang Kota Binjai memberi peringatan keras atau 'warning' kepada Pemko setempat.

Pasalnya, PLN menduga, banyak kantor SKPD Pemko Binjai yang melakukan pencurian arus listrik untuk menerangi kantornya.

Seperti yang terjadi di Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Binjai Jalan Jambi, Binjai Selatan. Petugas pemutus dan penghubung (tusbung) dari PLN langsung memutuskan listrik ke kantor aparat penegak Perda Kota 'Rambutan' tersebut.

Menurut petugas PLN yang memutus aliran listrik kantor Satpol PP Binjai menyebutkan, kalau listrik yang mengalir di Kantor Satpol PP tidak memiliki MCB atau alat pembatas daya listrik.

"Kantor ini tidak memiliki MCB," katanya, Rabu (26/7/2017) sekira pukul 10.00 wib.

Usai memutuskan arus listrik, petugas PLN langsung pergi ke kantor PLN Rayon Binjai Kota.

Sementara menurut Kabid Trantib Satpol PP Binjai, Febri kepada wartawan mengutarakan, bahwa selama ini, kantor Sat Pol PP Binjai selalu membayar kewajiban atas penggunaan arus listrik di kantor mereka.

"Benar kistrik sudah diputuskan oleh PLN. Padahal, kami selalu bayar setiap bulannya," ungkap Febri penasaran.

Petugas Satpol PP Binjai membongkar stand mitra PLN.  (foto: Jufri)

Ternyata, pemutusan aliran listrik di kantor Satpol PP Binjai, dilatarbelakangi penggusuran stand PT PPILN, mitra kerja PLN dari trotoar Lapangan Merdeka Binjai.

"Kemugkinan besar ada sangkut paut dengan kejadian semalam. Sewaktu anggota menggusur stand mitra PLN di seputaran lapangan Merdeka," katanya menambahkan bahwa listrik mereka sudah dipasangan lagi.

Kepala Cabang PLN Kota Binjai, Lelan Hasibuan menyebutkan, mereka (PLN) tidak akan pandang bulu kepada siapapun termasuk Pemko Binjai, apabila kedapatan melakukan pencurian arus listrik.

"Kita akan tindak siapaun yang mencuri arus listrik, termasuk Pemko Binjai," ungkap Lelan saat dihubungi melalui telepon selulernya.

Kejadian sebelumnya, manager PLN Rayon Binjai Kota, Siti, sudah meminta tolong kepada petugas Satpol PP Binjai, agar tidak menggusur Stand PT PPILN, mitra PLN yang berdiri di atas trotoar lapangan Merdeka Binjai.

"Kami meminta waktu sampai tanggal 31 Juli ini saja pak. Tapi kalau tidak boleh, ya tidak apa-apa. Padahal kami juga sudah mengantogi izin untuk menggelar stand ini," kata Siti.

Namun, permintaan wanita berhijab itu tidak diindahkan petugas Satpol PP. Mulai dari situ, Siti bergumam dan mengatakan, mereka akan melakukan hal yang sama kepada Pemko Binjai.

"Masa tidak bisa bekerja sama antara BUMN dan Pemko Binjai. Kita lihat saja nanti, apa yang akan terjadi," kata Siti sembari menyuruh anggota PLN untuk membongkar kembali stand yang terpasang. 

Penulis: jufri. Editor: aan.