HETANEWS

Kejari Sergai Akan Tindak Lanjuti Korupsi Dana TKI DPRD Sergai 2004-2009

Kajari Sergai, Jabal Nur. (foto : Sutrisno)

Sergai, hetanews.com - Kejaksaan Negeri Serdang Bedagai (Kejari Sergai) sejak Januari-Juli 2017 sudah menangani 9 perkara, di antaranya kasus dugaan korupsi.

Delapan kasus masih dalam proses penyelidikan (lid), 7 di bidang Pidana Khusus (Pidsus) dan 1 di Intel. Sedang 1 kasus lagi sudah berada ditingkat penyidikan (dik). Proses ini akan terus berlanjut meski belum ada satu pun yang tuntas.

Hal itu ditegaskan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sergai, Jabal Nur saat dikonfirmasi wartawan  soal jumlah penanganan perkara di institusi yang dipimpinnya tersebut, Selasa (25/7/2017), di ruang kerjanya, di Kantor Kejari Sergai di Sei Rampah.

Di tingkat dik, lanjutnya, yakni kasus dugaan korupsi proyek jalan Pasar Rodi, Desa Firdaus Kecamatan Sei Rampah senilai Rp 2,1 miliar lebih dari APBD 2015 yang sampai saat ini masih menunggu hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dalam penghitungan jumlah kerugian negara. Hal ini dimohonkan sejak bulan Februari 2017 lalu, tetapi sampai sekarang Kejari Sergai belum juga memperoleh hasilnya.

“Bulan April 2017 lalu, kita sudah menyurati kembali BPKP.  Hasil audit ini penting untuk selanjutnya Kejaksaan menetapkan tersangkanya,” terang Jabal.

Sedang sejumlah kasus di tingkat Lid, mantan Kejari Aceh Utara ini, belum mau merinci keseluruhannya karena masih dalam proses penyelidikan. Namun, diantaranya terdapat kasus dugaan korupsi dana Tunjangan Komukasi Intensif (TKI) dan Biaya Penunjang Operasional Pimpinan (BPOP) tahun 2006 oleh mantan anggota DPRD Sergai periode 2004-2009 sebesar Rp 3,7 miliar lebih yang akhir - akhir ini menjadi perbincangan hangat. “Kita akan berupaya agar kerugian negara yang cukup besar bisa kembali,”ungkapnya.

Dari 45 mantan anggota dewan yang tersangkut perkara ini, jelasnya, 16 orang masih duduk di periode sekarang yakni 13 orang di DPRD Sergai, 3 lagi di DPRD Propinsi. Sedang 7 orang sudah meninggal dunia. Sementara yang sudah dimintai keterangan di bagian Pidsus sudah lebih dari 20 orang dan diantaranya sudah ada yang mengembalikan.

“Penyelidikan masih terus berjalan. Kalau bukti-bukti sudah terkumpul, kasus ini akan segera kita naikkan ke proses penyidikan,” ungkap Kajari.

Penulis: sutrisno. Editor: gun.