HETANEWS

Bupati Sergai dan Kajatisu Tanam Pohon di Bantaran Sungai Bah Bolon

Bupati Soekirman bersama Kajatisu Bambang Sugeng Rukmono, sejumlah Kajari foto bersama usai penanaman pohon. (foto : Aguswan)

Sergai, hetanews.com - Untuk melestarikan alam khususnya sungai, Bupati Serdang Bedagai (Sergai) Soekirman bersama Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kajatisu) Bambang Sugeng Rukmono melakukan tanam pohon di bantaran Sungai Bah Bolon pemandian alam ancol Kecamatan Sipispis, Minggu (23/7/2017) sore.           

Hadir juga Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) se-Sumut diantaranya Kajari Sergai Jabal Nur, Kajari Tebingtinggi Fajar Rudi Manurung, Kajari Batubara Eko Adhyaksono, Camat Sipispis Sudarno, Muspika Kecamatan, pengurus Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Sergai, atlet FAJI, para ofrider, bikers dan motocross se-Sumut.          

Soekirman mengemukakan, bahwa penanaman pohon di bantaran Sungai Bahbolon ini selain sebagai bentuk pelestarian alam juga bertujuan untuk mencegah erosi di wilayah tersebut.        

"Seperti kita ketahui bersama bahwa Sungai Bahbolon ini merupakan arena wisata untuk melakukan olahraga arung jeram. Banyak para wisata maupun pecinta olahraga yang mengunjungi Kecamatan Sipispis untuk melakukan arum jeram. Sehingga sudah menjadi tugas dan kewajiban kita bersama untuk melestarikan Sungai Bahbolon," kata Soekirman.        

Bupati menambahkan, Kabupaten Sergai mempunyai atlet yang berbakat di bidang olahraga arung jeram memperkuat tim Sumut mengikuti kejuaraan arung jeram di Yogyakarta bahkan hingga ke Abu Dhabi. Olahraga ini juga telah menorehkan prertasi yang cukup membanggakan.

Hingga kini para atlet tersebut telah dibakali dengan latihan-latihan yang dilakukan di Sungai Bahbolon maupun di Marinir Belawan. Akan tetapi ada beberapa kesulitan yang dialamai sekarang  yaitu mencari donasi dalam memberangkatkan atlet FAJI untuk bertarung di Jepang beberapa bulan mendatang.           

Sedangkan Kajatisu berpesan kepada para atlet agar rajin berlatih secara disiplin dan tetap bersemangat. Jika ada kemauan pasti akan ada jalan, semua itu berasal dari diri. Karenanya arung jeram adalah tim bukan individu.

“Jika kita kompak dan bersatu pasti semua tidak ada yang sulit,” ujarnya.           

Diakui Kajatisu yang juga sebagai pembina FAJI Sumut, dirinya merasa bangga atas prestasi arung jeram asal Sergai karena bisa masuk bukan hanya level nasional akan tetapi internasional.

"Untuk itu kedepannya kita kembangkan lagi olah raga arung jeram agar dapat meraih prestasi yang lebih membanggakan lagi," sebut Bambang. 
 

Penulis: aguswan. Editor: aan.