Simalungun, hetanews.com - Raibnya ratusan batang pohon mahoni milik negara di bahu Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) jurusan Sinaksak Kecamatan Tapian Dolok Kabupaten Simalungun-Desa Limbong Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), oknum pengusaha transportasi umum Paradep berkantor di Jalan Sutomo Kota Siantar diduga terbabit atau terlibat.

Pasalnya, menurut beberan sumber yang layak dipercaya, Minggu (23/7/2017) di seputaran kantor perusahaan angkutan umum berbagai jurusan tersebut, adanya aksi pencabangan hingga mengakibatkan raibnya ratusan batang pohon mahoni negara itu demi kelancaran beroperasinya tiga unit bus double decker milik Paradep.

"Ada keterlibatan oknum pengusaha angkutan umum berbagai jurusan itu (Paradep). Kalaul ah pencabangan terhadap dahan dan ranting pohon mahoni itu tak terjadi, khususnya dahan pohon di atas badan jalan, maka bus mewah miliknya yang baru (duoble decker) yakni sebanyak 3 unit tersebut tidak akan lancar pengoperasiannya," ungkap sumber.

Menurutnya, alasannya menduga adanya keterlibatan oknum pengusaha angkutan umum jurusan Siantar-Medan itu, karena apabila dahan ataupun ranting pohon mahoni mengenai body bus yang tingginya sekira 4 meter, maka akan melukai cat body kendaraan ataupun dapat memecahkan kaca depan. Sehingga menggagu kelancaran pengoperasiannya.

"Itukan termasuk bus mewah, kalau tak silap harga per unit kendaraan double decker tersebut mencapai Rp 4 miliar ataupun lebih. Dan cat body kendaraannya itu bukan cat murahan. Karena tinggi mobil bus mewah itu hingga menyentuh dahan ataupun ranting pohon mahoni tersebut, kan wajar kita duga ada keterlibatannya," bilang sumber.

Hingga berita dilansir, walau konfirmasi pesan singkat yang dilayangkan hetanews ke nomor telepon seluler milik oknum pengusaha angkutan umum jalan raya, Paradep enggan merespon.

Mirisnya, oknum yang mengaku bernama Rocky Marbun melalui telepon seluler miliknya membantah adanya keterlibatan oknum pengusaha angkuta umum jalan raya tersebut.

"Apa yang kau SMS kan tadi ke si Paradep di forward kan kenomor telepon selulerku. Saya humas perusahaan itu Zai, dan apa kena mengenanya pembalakan pohon mahoni dengannya. Sepertinya enggak nyambung, karena dia tak pernah terlibat sebagai mafia kayu," bantahnya.