HETANEWS.COM

Pemecatan 2 PAC IPK di Siantar Disebut Tak Sesuai Peraturan Organisasi

Ketua PAC IPK Siantar Timur, Romeyan Siahaan dan Ketua PAC IPK Siantar Utara, Roy Simangunsong bersama sejumlah pengurus. (foto : Tommy)

Siantar, hetanews.com - Pasca munculnya dukungan dari 6 Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pemuda Karya (IPK) Kota Siantar terhadap Ketua PAC IPK Siantar Timur Romeyan Siahaan menjadi Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) IPK Siantar ternyata berbuntut panjang.

Baca: Romeyan Siahaan Dinilai Layak Pimpin IPK Siantar, Ini Alasan 6 PAC

Ini terbukti dengan adanya surat pemecatan terhadap Ketua PAC IPK Siantar Timur, Romeyan Siahaan dan Ketua PAC IPK Siantar Utara, Roy Simangunsong tertanggal 19 Juli 2017.

Namun baik Romeyan dan Roy menganggap surat pemecatan yang ditanda tangani oleh Pelaksana Tugas (Plt) Ketua IPK Kota Siantar, Mahadin Sitanggang itu tidak sesuai dengan Anggaran Dasar Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) IPK. Sebab tanpa mencantumkan alasan pemecatan yang jelas. 

Seperti diutarakan Roy Simangunsong kepada wartawan, Jumat (21/7/2017) di salah satu cafe di Jalan Surabaya, jika dirinya menolak surat pemecatan tersebut.

“Saya menolak karena tidak memiliki alasan yang jelas untuk pemecatan, sesuai dengan PO (Peraturan Organisasi) atau AD/ART,” ucapnya. 

Roy menuturkan, dengan dikeluarkannya surat tersebut, Mahadin telah melebihi wewenangnya. Pihaknya akan meneruskan persoalan ini ke DPD IPK Sumatera Utara.

“Ini mengingat mandat Plt yang diserahkan IPK Provinsi tupoksinya terbatas yaitu menyusun pengurus DPD dan membentuk w kecamatan lagi yang belum terbentuk. Dan ini yang dilakukan tindakan arogansi,” sebutnya. 

Roy menyebutkan, tindakan yang telah dilakukan ini dapat membuat kader IPK terpecah belah. Akibat dari tindakan ini bisa berakibat fatal dengan memecah belah antar kader  IPK seluruh struktur PAC tanpa mempertimbangkan jiwa-jiwa kader IPK sampai tingkat ranting.

“Kalau untuk mengambil posisi Ketua itu gampangnya, tetapi untuk kesetiaan itu yang sangat penting. Kami di sini setia kepada IPK dan untuk membesarkan IPK,” ucapnya. 

Dia berharap agar DPD IPK Sumut melihat dan mempertimbangkan tindakan-indakan dari Plt IPK Siantar. “Harapan kami agar Provinsi bersikap atas tindakan-tindakan yang dilakukan oleh Mahadin dan antek-anteknya Greg Purba yang membuat IPK terpecah belah,” kata Roy. 

Hal senada juga disampaikan, Romeyan Siahaan, jika surat pemecatan itu tak beralasan. “Hanya perkara pengusulan yang didiskusikan oleh para PAC, sehingga dengan ketakutan mereka (Mahadin Sitanggang Cs) melakukan hal-hal tidak sesuai peraturan organisasi,” sebutnya. 

Dia juga sedikit tersenyum, sebab karena hasil diskusi dari 6 Ketua PAC itu membuat pihak dari Mahadin melakukan tindakan di luar dari kewajaran. Menurutnya, pertemuan itu bersifat diskusi bagaimana agar bisa mencalonkan diri.

“Ternyata efeknya di luar dari pada kewajaran karena sampai ke ranting-ranting menerima dampaknya. Kalau memang saya yang bersalah yah disebutkan surat pemecatan pada saya,” kata Romeyan. 

Niat dari pengusulan tersebut kata Romeyan bagaimana agar IPK menjadi lebih besar. Dirinya ingin membuat IPK besar di Kota Siatar.

“Lagian pengusulan ini belum tentu diterima. Apabila tidak diterima, kita legowo. Tetapi ini kan belum disampaikan ke Provinsi, namun langkah kita sudah diputus. Ini sama saja membunuh karakter pemuda-pemuda yang energik dan membangun organisasi,” paparnya mengakhiri.

Dia juga akan mempertanyakan surat pemecatan tersebut dan dia mengajak agar dapat berdiskusi, "saya akan mempertanyakan surat pemecatan ini, jangan takut untuk berdiskusi karena kita sama-sama ingin membesar IPK,"ucapnya. 

Penulis: tom. Editor: aan.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!