Siantar, hetanews.com- Upss seseorang oknum anggota Kepolisian (belum diketahui identitas dan tempat bertugas) melakukan pertemuan dengan seseorang yang diduga Kamal Munthe yang juga dikenal sebagai bandar narkoba dan sudah berulang kali keluar masuk penjara di kawasan Kompleks Megaland, Jalan Sangnaualuh, Kota Siantar, Rabu (19/7/2017) sekira pukul 15.30 WIB.

Sosok yang diduga Kamaluddin terlihat dengan kaus merah berdiri di samping mobil Honda Mobilio plat BK 1235 UH yang pernah disebut dipakai saat ditangkap sebelumnya.

Dirinya terlihat oleh wartawan yang sedang melintas sedang berkomunikasi dengan oknum polisi berseragam lengkap, duduk di atas sepeda motor vario merah hitam liris. Tidak tahu pasti apa isi perbincangan diantar kedua orang tersebut. 

Salah seorang pakar hukum, Sarbudin Panjaitan yang dihubungi wartawan terkait adanya pertemuan tersebut, menyebutkan hal itu patut dicurigai, sebab Kamal Munthe yang sering dipanggil Ayah Kamal, merupakan bandar narkoba kelas kakap. 

"Perlu dicurigai itu oknum polisinya. Ada apa polisi bertemu dengan residivis kasus narkoba? Polisi kan sudah tau itu (Kamaluddin Munthe). Kok bisa bertemu lagi? "katanya.

Sarbuddin juga mengatakan, pertemuan oknum polisi tersebut dengan mantan napi narkoba, perlu diusut tuntas oleh pihak Kepolisian karena dapat merusak citra polisi yang sedang gencar-gencarnya memberantas narkoba.  

"Perlu Kapolres Siantar diperiksa itu. Perlu diselidiki propam Polrer Siantar. Kan kebetulan Wilhum (Wilayah Hukum) Polres Siantar itu, Seharusnya anggota Polri tidak berhubungan dengan yang bersangkutan (mantan napi narkoba) karena indeksnya dia (Kamaluddin Munthe) sudah pernah berapa kali ditangkap. Oknum polisinya perlu disoroti dan diperiksa propam atau intelegen. Jangan dibiarkan. Harus jelas itu maksudnya bertemunya," tukas Sarbuddin dengan nada curiga. 

Sekedar informasi, Kamal Munthe pernah terlibat dan diamankan di Asahan Batu V, Kecamatan Siantar, Simalungun. Satu unit mobil Honda Mobilio BK 1235 UH pun berhenti. Bannya pecah setelah sebelumnya terkena tembakan senjata api. Tak lama kemudian, pengemudi mobil bernama Kamaluddin Munthe (59) diamankan bersama barang bukti sabu-sabu seberat 3,24 gram.Peristiwa itu terjadi pada Rabu (27/7) sekira pukul 10.30 WIB.

Menurut Kasat Narkoba Polres Simalungun, AKP JP Matondang, tersangka sempat melarikan diri sebelum ditangkap. Diterangkan, sebelum penangkapan, polisi terlebih dahulu mengikuti laju kendaraan Kamaluddin dari arah Perdagangan menuju Siantar. Saat berada di Jalan Asahan, depan  Lapas Kelas II-A Pematangsiantar, polisi menguntit di belakang kendaraan tersangka.

Ternyata, kasus yang menjerat Kamaludin Munthe bukan baru kali itu saja. Sebelumnya pada Rabu (1/7) tahun 2015 lalu sekira pukul 00.00 WIB, ia diciduk dari Jalan Sabang Merauke, tepatnya di sekitar Rusunawa, Kelurahan Simalungun, Kecamatan Siantar Selatan. Saat itu ia sedang asyik menikmati narkoba bersama salah seorang temannya, Rustam (58), warga Jalan Cipto, Kelurahan Simalungun.

Dari lokasi penangkapan, polisi menemukan 1 paket sabu seberat 0,3 gram serta bungkusan rokok Djarum Black yang di dalamnya berisi 1 paket sabu seberat 0,5 gram. Keduanya pun dijebloskan ke tahanan Mapolres Siantar.

Warga Jalan Kenanga, Kelurahan Simarito, Kecamatan Siantar Barat, Kota Siantar itu dihukum baru jalani 14 bulan penjara dikurangi masa tahanan sementara yang telah dijalani.

Putusan tersebut lebih ringan dari tuntutan jaksa Augus Vernando Sinaga yang semula menuntut pidana penjara selama 1 tahun 6 bulan. Demikian putusan yang diucapkan ketua majelis hakim Roziyanti disidang PN Simalungun, beberapa waktu yang lalu.

Kamal adalah mantan residivis yang bolak balik keluar penjara dengan kasus narkotika. Ia pun dipersalahkan melanggar pasal 127 (1) huruf a Undang-Undang (UU) RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Berdasarkan fakta yang terungkap di persidangan Kamal Munthe beberapa waktu lalu, baik keterangan saksi-saksi dan juga keterangan ahli, seorang dokter yang khusus menangani pasien ketergantungan narkotika menyebutkan mengenal terdakwa, karena merupakan pasiennya yang sudah mengalami ketergantungan akut.