HETANEWS.COM

Hinaan Dibalas Elfrida dengan Makian Kasar di FB

Terdakwa Elfrida Sinaga saat diadili di PN Siantar.

Siantar,hetanews.com- Sidang kasus Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Siantar, Selasa (18/7/2017).

Persidangan yang beragendakan pembacaan dakwaan tersebut, diketuai oleh Majelis Hakim, Fitra Dewi, dibantu dua hakim anggota, Fytta Sipayung, Simon Sitorus dan juga Jaksa Penuntut Umum (JPU), Dodi Ghazali Emil. 

Dalam persidangan tersebut, Elfrida Sinaga mengatakan, kalau awal dari permasalahannya itu sekitar bulan Desember 2016 yang mana pelapor Morina Tanjung, berteman dengannya di facebook (FB). 

Namun did alam semua pertemanan yang ada di akun FB Elfrida, dirinya tidak tau siapa temannya dan siapa lawannya. "Dalam permasalahan ini (UU ITE), saya tidak tau siapa teman dan lawan,"ucap Elfrida saat di persidangan. 

Dalam hal terjadinya makian yang dilakukan Elfrida, itu karena ia sakit hati dengan perkataan Vani Oktavia lewat FB yang menghina kalau dirinya adalah seorang “Body Guard si kurus bangkeng, bauk mulut, naik angkot”. 

"Saya sakit hati bu hakim, dan saya cukup terhina dengan perkataan dia (Vani). Itu aja yang saya kesalkan. Makanya saya balas komentar dengan mengatakan kalau dirinya Lont***."tangis Elfrida didepan majelis hakim. 

Ketika berada di Polres siantar, Elfrida dengan Morina dipertemukan untuk melakukan perdamaian tapi Morina meminta agar Elfrida menemui beberapa media untuk membuat permintaan maafnya selama 3 hari berturut - turut dan Elfida tidak melakukan hal tersebut. 

Sehingga setelah keluar dari Polres Siantar, Morina pun mengatakan kalau Elfrida akan dilaporkan ke Polda dengan uang sebesar Rp. 50 juta. "50 juta kau (Elfrida) ku laporkan ke Polda," ujar Elfida memperagakan bicara Morina. 

Ketika hakim anggota, Fytta Sipayung, mempertanyakan untuk apa Elfrida menulis perkataan makian seperti Lon**, an**** dan binatang lainnya. Elfrida mengatakan itu hanya untuk membalas hinaan yang dilakukan oleh Morina. 

"Saya (Elfrida) malakukan makian itu kepada Morina karena ingin membalas hinaan yang telah dilakukan pada saya, karena emosinya saya juga buk hakim,"ungkap Elfrida. 

Majelis Hakim Fitra  dalam kasus UU ITE ini, memberikan sedikit nasehat kepada Elfrida dan mengatakan, "jangan pernah malu dan jangan pernah menghina orang lain,"ujar Fitra Dewi sembari menutup persidangan tersebut. 

Elfrida saat dikonfirmasi mengaku sangat menyesali perbuatannya. "Saya menyesali pernyataan saya yang di sosmed, saya meminta kerendahan hati pelpor (Morina) agar bisa memaafkan saya, itu saja,"ungkapnya ketika berada di depan ruang persidangan sembari meninggalkan awak media.

Penulis: res. Editor: gun.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!