HETANEWS.COM

Potensi Komoditas Kopi di Simalungun, JR Saragih Berikan Perhatian untuk Kopi Saabas

Kedai Kopi Saabas yang beralamat di Desa Bah Aren, Kecamatan Pamatang Sidamanik.

Simalungun, hetanews.com- Keperdulian Bupati Simalungun, JR Saragih terhadap kesejahteraan petani lokal patut di apresiasi. Tidak hanya pada sektor hulu, sampai ke sektor hilir dan pemasaran produk pertanian asli Simalungun, salah satunya adalah Kopi Sabaas.

Produk dari hasil olahan kopi arabica khas Simalungun tersebut sudah dikenal di berbagai daerah di dalam maupun luar negeri. Pemilik Kedai Kopi Sabaas adalah seorang lelaki berusia 34 tahun bernama Riko. Ia baru setahun yang lalu memutuskan untuk menggeluti usahanya setelah berhenti bekerja di salah satu perusahaan di Kota Pekanbaru.

Pria yang akrab dipanggil Rikola itu melihat potensi Sumber Daya Alam (SDA) Kabupaten Simalungun, khususnya komoditi kopi bisa di jadikan sumber investasi masa depan. 

Dengan cita-cita itu, pria lulusan Sarjana Ekonomi Universitas Muhamadiyah Sumatera Utara (UMSU) itu kemudian ikut bergabung dalam kelompok tani (poktan) Namanis yang dibentuk sebagian masyarakat Desa Bah Aren, Kecamatan Pamatang Sidamanik, Kabupaten Simalungun.

Untuk sampai ke tempat tujuan, tim hetanews harus menempuh jarak sekitar ± 30 km dari Kota Siantar tepatnya menuju objek wisata Air Terjun Bah Biak. Keadaan alam yang masih asri dan udara yang sejuk membuktikan bahwa Kabupaten Simalungun merupakan salah satu destinasi wisata yang patut diperhitungkan untuk dikunjungi ketika berada di Sumatera Utara.

Dalam merintis usahanya, Riko kerap mendapatkan tantangan yang terbilang tidak mudah. Meskipun begitu, ia tetap percaya terhadap keputusannya membuka usaha kedai kopi. Bak mendapat angin segar, harapan pria yang memiliki 2 orang anak untuk sukses semakin terbuka lebar setelah Pemkab Simalungun yang di pimpin JR Saragih memberikan perhatian terhadap usahanya beserta rekan-rekannya dalam mempopulerkan kopi khas Simalungun.

Brand Kopi Saabas yang sudah terkenal di berbagai daerah maupun mancanegara.

“Pemkab Simalungun sudah memberikan perhatian terhadap upaya kami saat ini, diantaranya adalah membeli produk kopi Saabas secara langsung untuk di berikan kepada tamu Pemkab Simalungun sebagai oleh-oleh khas Simalungun,” tuturnya.

Lanjutnya, Riko dan rekan-rekannya akan terus mengembangkan olahan kopi dalam bentuk dan rasa yang berbeda. Saat ini produk olahan kopi yang dihasilkan koptan.

Namanis masih 2 jenis saja, di antaranya adalah jenis kopi spesialti dengan dominasi biji monokotil, dan selanjutnya jenis Fibery dengan dominasi biji dikotil yang di percaya mampu meningkatkan vitalitas dan kebugaran bagi kaum pria.

Riko berharap kedepannya Pemkab Simalungun dapat terus memberikan dukungan baik secara moril maupun materil dengan harapan pertumbuhan ekonomi di Tanah Habonaron Do Bona dapat bertumbuh pesat khususnya melalui sektor pertanian, mengingat potensi SDA di Simalungun terbilang sangat baik dan patut di kembangkan.

“Saya berterima kasih kepada Pemkab Simalungun khususnya JR Saragih yang sudah memberikan apresiasi dan perhatian terhadap upaya poktan Namanis dalam mengembangkan potensi Simalungun khususnya bidang pertanian,” ujarnya.  

Penulis: tim. Editor: aan.
Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!