Humbahas, hetanews.com - Acara temu pers yang diadakan Pemkab Humbang Hasundutan (Humbahas) di Aula Hutamas pada Senin (17/7/2017) diwarnai dengan 'walk out' oleh sebagian wartawan.

Temu pers yang diadakan rutin setiap triwulan ini dinilai tidak sesuai dengan tupoksi (tugas pokok dan fungsi) daripada wartawan. Pasalnya topik yang diangkat berkaitan dengan penanaman jagung dan pertanian.

Disamping itu, walk out tersebut juga sebagai bentuk kritik wartawan terhadap Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor yang berkali-kali tidak menghadiri acara temu pers tersebut.

Keterangan dari Ketua Umum Komunitas Wartawan dan LSM (Kawal), Francisko Sihite mengatakan, bahwa tema acara itu tidak mengena dengan tupoksi wartawan sebagai media informasi publik.

"Tema nya kok ngelantur? Kenapa kita jadi di bimtek (bimbingan teknis) tentang penanaman jagung? Gak bisa dipercaya, pemkab itu harusnya lebih berwawasan," ujarnya kepada hetanews.

Para wartawan saat keluar dari ruang pertemuan. (foto: Trendy)

Senada, beberapa wartawan juga mengaku kecewa dengan keadaan tersebut, seperti yang diungkapkan Jonathan, awak media dari Harian Garuda Nusantara.

"Banyak hal dan pertanyaan yang ingin disampaikan oleh rekan-rekan media kepada Bupati Humbahas, sudah berkali-kali dia tidak datang untuk temu pers," jelasnya.

Hal ini dianggap oleh rekan-rekan awak media bahwa Bupati Humbahas tidak pernah menghargai kemitraan wartawan dalam tugasnya sebagai penyampai informasi dengan Pemkab Humbahas.

Mereka berharap agar Bupati Humbahas lebih profesional dan pro aktif dalam menjalankan tugasnya sebagai pejabat publik dan pemimpin daerah.