Asahan, hetanews.com- Keluarga korban Nursi Br Sirait, yang menjadi satu korban pembunuhan, di Dusun III Desa Lobu Roppa, Kecamatan Aek Songsongan, Kabupaten Asahan, meminta  pihak Kepolisian agar para tersangka nantinya dihukum berat. 

"Mamak kami dibunuh dengan sadis dan  sudah diluar kemanusiaan, jadi dihukum seberat - beratnya kalau perlu hukum mati saja,“ujar Adhi Manik kepada hetanews, di sela  prosesi pemakaman, Rabu (12/07/2017).

Kapolres Asahan saat menghadiri proses pemakaman.

Saat  prosesi pemakaman, salah satu anak korban, berteriak histeris meminta pelaku dibakar hidup - hidup dan langsung didengar Kapolres Asahan, AKBP Kobul Syahrin Ritonga yang berada rumah korban. 

"Bakar hidup - hidup dia Pak Kapolres,"teriak anak korban. Mendengar teriakan anak korban itu, Kapolres mengatakan akan mengungkap kasus pembunuhan tersebut dengan cepat. Adhi mengaku, bahwa pihak keluarga tidak mengetahui kenapa orang tua mereka dihabisi dengan cara tidak manusiawi. 

Baca juga: Dua IRT Tewas Bersimbah Darah, Diduga Dirampok di dalam Rumah

"Kami mendoakan agar bapak - bapak kepolisian di Polsek dan Polres Asahan dapat secepatnya menanggkap pelakunya, “katanya. 

Sementara itu, suasana haru menyelimuti prosesi pemakaman Nursi Br Sirait.

Anak korban memberikan keterangan.

Nursi bersama temannya, Klara Br Siallagan tewas bersimbah darah didalam kamar, Selasa (11/07/2017). Warga sekitar, khususnya anggota keluarga tampak menitikkan air mata menyaksikan jenazah Nursi terbujur kaku, didalam keranda. 

Nursi dimakamkan di taman pemakaman milik keluarga, jarak 60 meter dari rumah korban. Sedangkan Klara Br Siallagan, di makamkan di Siantar.