Medan, hetanews.com- Perjuangan masih berlanjut, Pospera Sumut dan warga Tapsel, menggugat Bupati Tapsel atas kasus pembongkaran kuburan warga .

Pada tanggal 13 Maret 2017, Pemda Tapsel melakukan pembongkaran makam leluhur Desa Janji Mauli secara paksa, pada pukul 03:00 subuh.

Pada hari itu Pemda Tapsel, melakukan pembongkaran 129 makam dengan waktu yang sangat singkat (1 hari). Sehingga pada tanggal 14 Maret 2017, makam leluhur Desa Janji Mauli sudah rata dengan tanah dan kemudian pada saat itu juga, keluarga atau ahli waris menemukan tulang - belulang leluhur mereka berserakan di areal pemakaman yang dibongkar.

Hal tersebut juga disaksikan langsung oleh Pihak Poldasu yang datang dalam melakukan peninjauan lapangan terkait aduan dan laporan yang sudah dibuat sebelumnya.

Ahli waris saat membongkar makam leluhur mereka.

Pihak ahli waris tidak yakin, bahwa makam tersebut sudah diangkat bersih, oleh karena itu warga memutuskan untuk melakukan musyawarah pada tanggal 20 Mei 2017 dan hasil dari musyawarah tersebut, warga memutuskan untuk menggali lagi makam yang telah dibongkar sebelumnya.

Pada tanggal 14 Juni 2017, warga pun melakukan penggalian dan alhasil warga menemukan beberapa tulang belulang leluhur mereka yang masih tertinggal antara lain: 1. Tanggal 14 Maret 2017:  Oloan Siregar (kondisi utuh). 2. Tanggal 19 April 2017:  Op.Ermi Br.Lubis (utuh ). 3. 14 Juni 2017: 1. Syarif Siregar (utuh). 2.  Op.Bonar Br Silitonga (utuh). 3. Op.Peleri boru (utuh). Kemudian 15 Juni 2017: 1. Op.Arifin Doli (utuh). 2. Op. Arifin boru (utuh). 3. Op.Mery Doli (utuh). 4. Op.Mery Boru (Saring-saring). Lalu tanggal 16 Juni 2017: 1. Op.Marudut Doli (sebagian). 2. Op.Ani Doli (sebagian). 3. Bapa Ani (sebagian). 4. Uma Paul (sebagian). Tanggal 19 Juni 2017: 1. Op.Hormat Doli (sebagian). 2. Op. Hormat boru (utuh). 3 Elisabet Simatupang (saring-saring). Pada Tanggal 20 Juni 2017: 1. Op.Sumber Doli (utuh). 2. Op.Sumber boru (utuh). 3. MGR.Porkas Doli (utuh). 4. MGR.Porkas boru (Saring-saring). 5. MGR. Porkas boru (Saring-saring). 6. Op.Mina boru (sebagian). Selanjutnya Tanggal 21 Juni 2017: 1. Op.Tiani Doli (sebagian). 2. Op.Tiani boru (sebagian). 3. Op.Ermi Doli (saring-saring). 4. Op.Ermi boru (utuh). Pada Tanggal 22 Juni 2017: 1. Op.Tulus (sebagian/kepala hilang,badan utuh). 2. Halomoan Siregar (utuh). 3. Anto Siregar (sebagian). Tanggal 27 Juni 2017: 1. Op.Firman br.siregar (sebagian). 2. Mara Pohan (sebagian). 3. Op.Herlina br.Hombing (utuh). 4. Mandailing Simatupang (sebagian). Tanggal 28 Juni 2017: 1.Dameria br.Siregar (utuh). 2. Misna br.Siregar (utuh). 3. Mangapul Siregar (utuh). 4. NN (Utuh). 5. NN (utuh). 6. NN (Utuh).

Saksi-saksi dan ahli waris dari seluruh tulang belulang dan juga Saring-saring: Siregar: Saut Siregar dan Thorosky Siregar.  Pohan: Elisa Pohan. Simatupang: Edward Simatupang.

Tulang belulang leluhur ditemukan tak utuh lagi.

Dengan seluruh rentetan peristiwa pembongkaran makam leluhur Desa Janji Mauli yang secara paksa dan tidak berprikemanusian ini, kami dari Dewan Pimpinan Daerah Posko Perjuangan Rakyat (DPD POSPERA) Sumatera Utara mengutuk keras tindakan tidak terpuji oleh Bupati Tapanuli Selatan, Syahrul Pasaribu dan seluruh jajarannya.

Atas kejadian tersebut dan dengan adanya pembongkaran paksa ini, warga dan para ahli waris juga telah melakukan aduan dan pelaporan atas pengerusakan makam leluhur secara bersama oleh pihak Pemkab Tapsel ke Poldasu pada  14 April 2017.

Dan atas aduan tersebut maka pihak Poldasu akan melakukan gelar perkara terkait pada Kamis, 13 Juli 2017, pukul 14:00 WIB di Diskrimum Poldasu.