proyek

Wali Kota Ini Ngaku Ditangkap KPK saat Lagi Mandi
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membawa Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko ke Jakarta setelah diperiksa beberapa jam di Gedung Subdit III Tipidkor Ditreskrimsus Kepolisian Daerah Jawa Timur, Sabtu malam, 16 September 2017.
Proyek pembangunan gedung kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Siantar, yang menelan biaya sekitar Rp 2,6 miliar, disoal.
Kondisi saluran air lagi berjalan, kualitas parit pasangan yang dikerjakan PT Daffa Buana Sakti, di Kelurahan Merek Raya, Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun, diragukan kualitasnya oleh banyak pihak.
Komisi III DPR dijadwalkan menggelar rapat Kerja dengan Jaksa Agung, Jamintel, dan jajaran Kajari Jawa Timur.
Plat beton K225 yang dikerjakan CV Alti Jadi Amta, selaku pihak rekanan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (PR KP) Kota Siantar pada kegiatan penutupan permukaan parit pasangan yang telah dibangun, di Taman Bunga, diduga tak berkualitas karena menggunakan air secara berlebihan.
Akibat membiarkan sejumlah material dalam selokan yang permukaannya akan ditutup dengan cor plat beton bertulang, Camat Siantar Barat, Syahfuddin Rijal, memberi teguran terhadap pelaksana proyek Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (PRKP), di lokasi Taman Merdeka alias Taman Bunga.
PT Daffa Buana Sari, selaku rekanan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Unit Pelaksana Teknis (UPT) Siantar, memajang plank informasi proyek peningkatan struktur jalan provinsi jurusan Siantar-Raya, Kabupaten Simalungun, persis di lokasi Tempat Pembuangan Sampah (TPS).
CV Marganda sebagai pelaksana proyek dari Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman dan Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Kabupaten Simalungun, Budiman Silalahi selaku kuasa pengguna anggaran (KPA) kegiatan itu, disinyalir mengkorupsi volume pengerjaan.