pn simalungun

Vonis Kamal Munthe, Gambaran Diskriminasi Penegakan Hukum
Vonis yang dijatuhkan kepada terdakwa Kamaludin G Munthe (58) alias Ayah Kamal, oleh Pengadilan Negeri (PN) Simalungun pada Selasa (21/2/2017) adalah gambaran diskriminasi penegakan hukum di Indonesia.
Terbukti melakukan pengancaman terhadap saksi korban Pangihutan Sidabutar, terdakwa Kabin Pasaribu (42) diganjar 10 bulan bui.
Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Simalungun Melinda Aritonang dengan anggota Hendrawan dan Justiar dibantu Panitera M Ramli, menolak nota eksepsi 2 orang terdakwa pencuri melalui sidang, Senin (27/2/2017).
Terdakwa Pandapotan Hasitongan Simangunsong alias Bapak Fitri (46) warga Desa Pardomuan Nagori Gajah Pokki, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun didakwa melakukan penganiayaan yang mengakibatkan korban mengalami patah gigi.
Saksi korban Timbang Parluhutan Tambunan menyebutkan, terdakwa Kardiman Manik (49) telah menuduhnya memelihara begu ganjang dan membunuh abangnya.
Terbukti memiliki 4 paket sabu seberat 0,80 gram, terdakwa Johan Tani Wijaya alias AAn (32) warga Jalan Sutomo No151 Kelurahan Perdagangan I, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun divonis 8 tahun bui, denda Rp1 miliar subsider 3 bulan penjara dikurangi masa tahanan sementara yang telah dijalani.
Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Simalungun Julius Panjaitan, Justiar Ronald dan Melinda Aritonang memvonis 5 orang erdakwa penghisap ganja dengan hukuman bervariasi, Selasa (21/2/2017).
Tahanan Pengadilan Negeri (PN) Simalungun dipastikan harus menahan lapar jika akan disidangkan di kantor Pengadilan Jalan Asahan Km 4, Kecamatan Siantar.
Dua sekawan, Sabam Samosir (34) dan Herman (30) alias Baok, terpaksa harus menginap dibalik jeruji besi.
Terbukti memiliki 4 paket sabu seberat 0,80 gram, terdakwa Johan Tani Wijaya alias AAn (32) warga Jalan Sutomo No151 Kelurahan Perdagangan I, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun dituntut 8 tahun penjara, denda Rp1 miliar subsider 3 bulan penjara dikurangi masa tahanan sementara yang telah dijalani.