Minten Saragih Surati Kapolri soal Sikap Kapolres Simalungun

Kapolres AKBP Marudut Liberty Panjaitan (Dok Humas Polres Simalungun)

Siantar, hetanews.com - Minten Saragih berencana akan melayangkan surat kepada Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Tito Karnavian. Hal itu menyusul kinerja Kapolres Simalungun yang diduga bersikap ala koboi penetapan Daftar Pencarian Orang (DPO), AS dan D boru M.

Hal itu disampaikannya kepada awak media di salah satu warung samping Kantor PP 59, Kelurahan Proklamasi, Kecamatan Siantar, Rabu (21/6/2017).

"Atas nama Partuha Maujana Simalungun (PMS) saya akan menyurati Kapolri tentang peraturan penetapan DPO yang menurut saya sesuka hati Kapolres," ujarnya.

Minten merupakan Ketua DPC PMS. Tokoh adat ini menyesalkan sikap AKBP Marudut Liberty Panjaitan lantaran mengaitkan namanya di kasus dugaan narkoba yang melibatkan putra kandungnya, AS dan menantunya, D boru M.

"Saya malu mendengarnya. Mereka (AS dan D boru M) sudah berkeluarga dan tidak tanggungjawab kami sebagai orang tua, tapi kenapa nama saya dikait-kaitkan. Saya tidak ada niat (menghalangi) aparat untuk menegakkan hukum," bebernya.

Kapolres Simalungun dalam konferensi pers, kemarin menyebutkan AS dan D boru M merupakan sindikat narkoba pasca diringkusnya beberapa pelaku yang diduga sebagai jaringan mereka. Hanya saja, Marudut menyematkan nama Minten Saragih di sela-sela siaran pers.

"Sudah saya jelaskan, sebagai tokoh ucapan Kapolres membuat saya tersinggung. Apalagi pemberitaan hari ini dan beberapa waktu lalu. Dimana lagi azas praduga tak bersalah dalam penerapan hukum. Mereka (AS dan D boru M) belum terbukti pelaku pidana dan bukan Kapolres yang menentukan seseorang bersalah atau tidak. Itu hak pengadilan," katanya.

Dia menyinggung apa yang diucapkan Kapolres ketika siaran pers merupakan upaya pembunuhan karakter terhadapnya maupun keluarga. Bahkan dia menduga, Kapolres sengaja memancing SARA.

"Seperti yang saya bilang tadi, selaku tokoh adat saya kecewa. Hal-hal seperti ini lah upaya pembunuhan karakter terhadap saya dan keluarga. Apakah itu ada di pikiran Kapolres ?" tambahnya seraya meminta Kapolres berpikir secara luas.

Hal senada juga sebelumnya disampaikan Sepriandi Saragih penasehat hukum Minten Saragih. Kepada wartawan, ia menilai ucapan itu merupakan tindak pidana pencemaran nama baik terhadap tokoh adat.

Baca juga : Dinilai bertindak Koboi, Minten Saragih "lawan" Kapolres Simalungun

Penulis: BT. Editor: abn.