Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1438 H, Hetanews.com libur mulai tanggal 25 Juni 2017 hingga 2 Juli 2017. Kami akan kembali tayang seperti biasa mulai tanggal 3 Juli 2017. Demikian pengumuman ini kami sampaikan kepada para pembaca Hetanews.com.

"Angin Surga" dan "Angin Topan" buat Pedagang Kaki Lima Siantar

Ilustrasi/Hetanews.

Siantar, hetanews.com - Nasib para Pedagang Kaki Lima (PKL) berkutat di sepanjang Jalan Sutomo-Jalan Merdeka memprihatinkan.

Setelah sempat diberi 'angin surga', kini pengais rejeki di malam hari itu mendapat 'angin topan' oleh Pemerintah Kota Siantar, di bawah komando Hefriansyah.

Para PKL sudah membentangkan dagangan di sepanjang trotoar hingga badan jalan di Kawasan Tertib Lalu Lintas itu, beberapa bulan terhitung sebelum 12 Juni 2017. Tentu saja, hal ini bisa terjadi karena ada 'kesepakatan' antara pedagang dengan pemerintah setempat. Buktinya, selama itu sama sekali tak ada penggusuran.

Menurut pengakuan salah satu pedagang, Ramaita Sirait mengaku ia dan sejumlah PKL nekat menjajakan dagangan di depan pertokoan yang didominasi pemiliknya etnis Tionghoa karena sudah menyetor kepada petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Setoran itu tak ada tanda terima namun jumlah tiap pedagang sebesar Rp 200 ribu per bulan. Wanita ini menturkan uang diterima seorang petugas bernama Hendry.

Cek videonya di sini : Video - Ricuh Soal Bazar di GOR Siantar dan PKL Blokir Jalan Merdeka

Baca juga : Disebut Anggotanya Pungli PKL, Ini Kata Kasatpol PP Siantar

Cerita adanya kesepakatan, uang setoran agar pedagang bisa berjualan kini sudah tak ada lagi. Tepat di tanggal 12 Juni 2017, sepasukan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) turun ke lapak para PKL dan melakukan penertiban.

Satu persatu pedagang dihimbau meninggalkan lokasi berikut dagangan, walau menurut pedagang tanpa adanya pemberitahuan lebih dulu. Aksi ini pun berhasil, meski sempat terjadi kericuhan dan pemblokiran Jalan Merdeka, tepatnya di depan Bazar di arena GOR. Mereka meminta agar penertiban dilakukan secara merata.

Baca juga : PKL Tuntut Bazar di GOR Siantar Dibubarkan, Satpol PP 'Tak Bernyali'

Baca juga : PKL Bingung Lihat Kinerja Pemko, Orang Luar Dibiarkan Cari Makan di Siantar

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol) PP Kota Siantar, Robert Samosir mengatakan, penertiban sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 992. Robert mengaku keadaan para pedagang menimbulkan keresahan masyarakat dan mengganggu kepentingan umum. Apalagi dikatakannya, kota Siantar merupakan pintu gerbang menuju Wisata Destinasi Danau Toba.

Setelah ditertibkan, para PKL pun direlokasi ke seputaran Jalan Thamrin. Robert mengklaim pemilik bangunan di sana tidak keberatan apabila para PKL menempati lokasi. "Mereka (pedagang) hanya minta tambahan penerangan. Anggota saya sudah ke lapangan mengeceknya," katanya. Namun tak seperti faktanya, keberadaan para pedagang pun kembali terganggu. Sejumlah pemilik bangunan menolak keberadaan pedagang yang baru saja dipindahkan itu.

Baca juga : Satpol PP Siantar Tertibkan PKL Malam, Ini Kata DPRD

Menanggapi hal itu, si Tulang yang biasa disambangi di salah satu warung kopi angkat bicara soal karut marut kebijakan Pemko Siantar, di bawah kendali Hefriansyah yang tak mampu mengatasi masalah PKL.

Baca juga : PKL Malam Sutomo-Merdeka akan Ditata di Jalan Thamrin

"Dari dulu masalah PKL pun sudah ada, bahkan dari puluhan tahun lalu. Tapi faktanya kita lihat saja, sampai pemerintah yang sekarang pun tak mampu mengatasi ini. Ku tanyalah dulu sebelum pedagang ditertibkan, mereka sudah berbulan bulan bahkan katanya hampir setahun berdagang di situ. Kenapa bisa itu, kenapa gak dari pertama dilarang? Memangnya gak berlaku rupanya dulu Perda nomor 992 yang dikatakan Satpol PP itu dan baru sekarang berlakunya? Atau jangan-jangan pengakuan boru Sirait itu benar?" katanya.

Baca juga : Robert Samosir : Protes Bazar, Silahkan Kirim Surat Keberatan ke Wali Kota

Pria yang mengaku terus mengikuti informasi kebijakan pemerintah setempat ini menjelaskan kalau pemerintahan Hefriansyah sama sekali belum menunjukkan perubahan. 

"Apa yang sudah dibuatnya? Narapidana sama mantan narapidana yang dilantiknya dari berita yang kubaca. Persoalan PKL inilah kubilang pertama diberi angin surga dan kedua angin topan," bebernya sembari meninggalkan wartawan.

Baca juga : Warga Jalan Thamrin Tolak PKL Malam Berjualan di Depan Tokonya

Penulis: BT. Editor: abn.