Ini Kata Budayawan Simalungun Mengenai Sosok JR Saragih

Budayawan Simalungun, Kadim Damanik.

Simalungun, hetanews.com - Semangat Baru yang diusung Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Sumatera Utara, JR Saragih memberikan warna dan harapan tersendiri dalam kemajuan Sumut. 

Kendati terdapat tantangan kedepan dalam membangun Sumut yang baru, namun sosok JR Saragih dinilai mampu mengatasi persoalan-persoalan krusial di Sumut.

Begitu yang diungkapkan salah seorang budayawan Simalungun, Kadim Damanik. Menurut Kadim, saat ini Sumut membutuhkan sosok pemimpin yang mampu menyatukan seluruh lapisan masyarakat dengan metode pendekatan sosial budaya. Dengan begitu, nilai-nilai leluhur termasuk Pancasila dapat terlaksana bukan hanya di tanah Habonaron Do Bona, melainkan di seluruh penjuru Sumut.

Pria yang juga pernah menjabat sebagai anggota DPRD Simalungun periode 1992-1997 itu mengatakan, keberagaman suku di Sumut harus dipandang sebagai kearifan lokal dan bukan dijadikan sebagai alasan untuk berbeda pandangan.

“Berbeda pandangan sah-sah saja, akan tetapi jangan sampai mencederai budaya dan keberagaman suku, apalagi agama, khususnya di Sumut,” kata pria yang kini berusia 74 tahun itu.

Ia menambahkan, salah seorang pemimpin yang mampu menyatukan keberagaman itu adalah JR Saragih.

Kadim menemukan sebuah fakta bahwa Kabupaten Simalungun saat ini telah nyata perubahannya, mulai dari pembangunan fisik hingga sumber daya manusia melalui pendekatan budaya. Dan semua itu setelah Simalungun dipimpin oleh JR Saragih.

Hal itulah yang mendorong kakek 3 cucu itu menila, bahwa jargon Semangat Baru yang diusung oleh Bupati Simalungun tersebut sangat relevan dengan kondisi sosial budaya masyarakat di Sumut. 

Di akhir keterangannya, Kadim menghimbau kepada JR Saragih agar tetap memegang teguh filosofi budaya Simalungun yaitu tetap mengutamakan nilai filosofis dari slogan Habonaron Do Bona.

“Tetaplah memegang teguh prinsip Sadani riah do parsahutni horja, parsahutni horja do pardadasni sura-sura (Musyawarah bersama adalah awal terjadinya sebuah pekerjaan, jika kerja terjadi maka cita-cita pun akan terjadi. Biasakanlah dirimu dengan kejujuran), Parsomal-somal ma dirim humbani parsittongan, ulang pasomal-somal dirim halani hapandean (Biasakanlah dirimu karena kebenaran, jangan biasakan dirimu karena kepintaranmu sendiri),” tutupnya.                

Penulis: tim. Editor: Aan.