Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1438 H, Hetanews.com libur mulai tanggal 25 Juni 2017 hingga 2 Juli 2017. Kami akan kembali tayang seperti biasa mulai tanggal 3 Juli 2017. Demikian pengumuman ini kami sampaikan kepada para pembaca Hetanews.com.

Modus Minta Antar ke Rumah Sakit, Pembegal Pukul Korban dengan Pistol dan Batu

J Panjaitan saat terbaring di ruang Lukas No 138 RS Harapan yang mengalami luka pada bagian pelipis dan mata lebam. (foto : Res)

Siantar, hetanews.com - Aksi kriminalitas pembegalan terjadi lagi di Kota Siantar. Kali ini, seorang pria setengah baya berinisial J marga Panjaitan (56), warga Jalan Lapangan Bola Atas, Gang Anggur, Kelurahan Suka Makmur, Kecamatan Siantar Marihat yang menjadi korban.

Duda anak 3 ini dibegal di Jalan Tanjung Pinggir, Kecamatan Siantar Martoba sekira pukul 11.30 WIB, Jumat (16/6/2017). Panjaitan mengalami pemukulan pada bagian belakang kepalanya diduga dengan sebuah pistol. Akibatnya, Panjaitan mendapatkan 3 jahitan di Rumah Sakit (RS) Harapan, Jalan Lapangan Bola atas.

Salah seorang anaknya yang berinisial T boru Panjaitan saat berada di RS Harapan menjelaskan, kalau awal kejadian tersebut, ayahnya keluar rumah dengan mengendarai sepeda motor untuk berjalan-jalan sejenak. 

"Ayah keluar rumah untuk jalan-jalan ke Lapangan Adam Malik. Sewaktu berada di sana, ayah distop oleh seorang pria yang mengaku bermarga Saragih orang Rindam kerjanya di Koperasi," ungkap T boru Panjaitan saat berada di ruangan Lukas nomor 138, Sabtu (17/6/2017) sore.

Lanjutnya, marga Saragih ini minta tolong untuk diantarkan ke RS Tiara. Bukannya ke arah RS Tiara, marga Saragih itu mengajak korban ke arah Tanjung Pinggir. Sementara korban tidak pernah ke Tanjung Pinggir. 

Setibanya di Tanjung Pinggir, tiba-tiba Panjaitan dipukul bagian belakangnya yang diduga menggunakan sebuah pistol, sehingga mengakibatkan terjatuh ke aspal.

"Ayah dipukul pakai pistol bagian kepala belakangnya dan terjatuh ke aspal. Tapi waktu begal itu minta semua barang yang ada, ayah mencoba melakukan perlawanan. Namun karena sudah sempoyongan, akhirnya ayah pun memberikan 2 unit handphone  (HP) nya," pungkas T boru Panjaitan. 

Lanjutnya, saat itu pelaku tidak tau kalau ada 1 unit HP lagi yang diselipkan korban. Selanjutnya ada 2 orang yang menolong korban dan menelepon menginformasikan jika ayah mereka sudah bersimbah dengan darah.

“Lalu kami segera menelepon keluarga yang memiliki mobil untuk menjemput ayah. Usai dijemput, kami tidak ke Polsek Siantar Martoba, tapi langsung menuju RS Tiara,” ujarnya. 

Hingga berita ini diturunkan, keluarga korban belum membuat pengaduan resmi ke Polsek Siantar Martoba.

Penulis: Res. Editor: abn.