Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1438 H, Hetanews.com libur mulai tanggal 25 Juni 2017 hingga 2 Juli 2017. Kami akan kembali tayang seperti biasa mulai tanggal 3 Juli 2017. Demikian pengumuman ini kami sampaikan kepada para pembaca Hetanews.com.

Sidang Judi GG Zone, Sempat ada Cekcok Wartawan TV One dengan Hakim

Suasana sidang kasus GG Zone berjalan lancar setelah sempat adanya insiden cekcok. (foto : BT)

Siantar, hetanews.com - Sidang kasus judi GG Zone kembali digelar majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Siantar, Rabu (14/6/2017).

Namun, sidang agenda saksi kali ini sempat diwarnai cekcok antar ketua majelis hakim dengan wartawan TV One, Daud Sitohang.

Peristiwa ini bermula ketika 9 orang tersangka kasus judi tembak ikan itu mulai memasuki ruang sidang.

Sidang dipimpin hakim ketua Pasti Tarigan dengan dua hakim anggota M Nuzuli dan Simon Sitorus. Sementara hadir sebagai penuntut umum dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Siantar, Dodi Ghazali Emil.

Cekcok bermula ketika majelis hakim membuka sidang untuk umum ditandai dengan mengetok palu. Sejurus kemudian, Daud Sitohang, jurnalis TV berslogan 'Memang Beda' mulai mengerjakan tugasnya.

Dari pintu luar ruang sidang utama itu, pria ini merekam aktivitas sidang menggunakan kamera andalannya. Hanya saja, aktivitas Daud tiba-tiba terhenti.

"Pas saya lagi merekam, hakim (ketua) sidang menegur untuk jangan disitu karena menggangu jalannya sidang. Lalu kubilang posisiku kan di luar. Tapi bapak itu tetap 'ngotot' agar saya tidak disitu," kata Daud kesal.

"Karena saya tengok agak aneh, saya bilang dari mana jalannya (sidang) mengganggu karena posisi pun merekam di luar," tambahnya.

Kendati demikian, sidang tetap berjalan lancar setelah penuntut umum menghimbau Daud agar duduk di kursi pengunjung sidang bagian depan.

"Terakhir saya disuruh duduk ama apak Jaksanya. Ya..sata meliput di dalam jadinya sampai mau habis sidangnya. Tapi saya heran, ada apa sebenarnya dengan kasus ini, karena kemarin pas sidang UU ITE (wartawan) TV menyorot di dalam ruang sidang aman-aman saja," katanya.

Sidang dihadiri 9 orang tersangka di antaranya, Syachril Simanjuntak (pemilik dan pengelola), Fatimah Anggraini, Suci Saftri (keduanya kasir), Muhammad Yunan Matondang (penukar voucher menjadi uang), Muhammad Imbalo Siregar (perantara penukar voucher), Awe (pemain), Jhon Siahaan (pemain), Akiruddin (pemain) dan Redunan Fendi Djudin (teknisi mesin).

Meski sempat terganggu adanya insiden itu, namun persidangan lancar sampai akhir. Syachril mengaku kalau usaha itu baru berjalan selama 6 bulan. D

ia menuturkan, selama waktu itu beberapa petugas Polres Siantar ada datang guna memeriksa. "Mereka datang periksa, terus foto-foto. Gak ada dibilang judi disitu," ujarnya.

Hakim lalu bertanya apakah ketika petugas datang ada penyogokan sehingga menyatakan tak ada judi di GG Zone "atau ada gini," kata hakim ketua sembari mencontohkan upaya suap. "Tidak ada pak," jawab Syachril.

Penulis: BT. Editor: abn.