Satpol PP Siantar Tertibkan PKL Malam, Ini Kata DPRD

Arus lalu lintas yang macet di Jalan Merdeka diakibatkan penertiban PKL, Senin (12/6/2017). (foto : Lazuardy Fahmi)

Siantar, hetanews.com - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Siantar menertibkan para pedagang kaki lima (PKL) malam di sepanjang Jalan Sutomo – Merdeka, Selasa (13/6/2017) malam.

Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Siantar, Hj Rini Silalahi mengapresiasi tindakan dari Satpol PP tersebut karena langsung bertindak setelah dalam rapat kerja bersama Pansus DPRD pembahasan LKPj Wali Kota Siantar tahun 2016 yang mana, dalam rapat itu dibahas tentang PKL malam di sepanjang Jalan Sutomo – Merdeka.

“Ya berarti apa yang kita rapatkan kemarin itu sudah ditindak lanjuti Satpol PP. Demi keindahan Kota Siantar,” kata Rini yang juga Ketua Pansus DPRD Siantar, Selasa (13/6/2017).

Ia melanjutkan, bahwa penolakan-penolakan dari pedagang yang digusur tersebut disebabkan selama ini Pemerintah Kota (Pemko) Siantar melakukan pembiaran dengan tidak menindak saat pedagang yang berdagang itu masih sedikit.

“Sekarang ini pedagang musiman atau pedagang yang memang sudah dialokasikan tapi pindah dia kesitu? Ini sekarang dengan maraknya pedagang itu. Sebenarnya kenapa bisa menolak, karena selama ini ada pembiaran,” tuturnya.

Karena pembiaran itulah, pedagang seakan sudah merasa, tempat mereka selama ini untuk berdagang sudah seakan menjadi lapaknya sehingga ada penolakan dan perlawanan ketika ditertibkan oleh Satpol PP. Penertiban itu, kata Rini, menunjukkan bahwa penggunaan jalan dan trotoar sudah ditujukan sesuai dengan fungsinya.

“Jadi gak ada sebenarnya mereka menolak disitu dan diberikan pembiaran. Makanya selama ini kita bilang, jangan sampai nanti mereka merasa itu sudah tempatnya, lahannya. Kalau ini dibiarin lagi, ya udah ini sudah tempat jalan kita di Siantar. Untuk penertiban tadi, supaya ibaratnya fungsi trotoar, jalan semua untuk sesuai fungsinya,” lanjut Rini.

Dalam rapat kerja Pansus itu dengan Satpol PP, anggota DPRD lainnya, OW Herry Dermawan ada berujar bahwa para pemilik toko mengeluh yang emperannya digunakan untuk berdagang. Eluhan ini dikarenakan para pemilik toko sering mencium aroma pesing di pagi harinya.

“Terutama (keluhan) pemilik toko yang selalu dihadiahi dengan kotoran kotoran, bahwa itu sebenarnya keinginan kita (ditertibkan). Yang mana sebenarnya keberatan mereka (pedagang)? Pemilik toko sebetulnya yang keberatan,” akhiri Rini.

Penulis: Ndo. Editor: abn.