Tak Terima Kos-Kosan yang Diback-up nya Dirazia, Kapolsek Siantar Barat Marah-Marah

Terlihat seorang personil Polisi Militer (PM) memegang pundak Kapolsek Siantar Barat. (foto : Res)

Siantar, hetanews.com - Razia penyakit masyarakat (pekat) rutin digelar sejak awal bulam Ramadhan hingga akhir Ramadhan nanti, ternyata tidak berjalan seperti yang diharapkan jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Pasalnya, setelah melakukan razia di 7 titik lokasi yang berbeda, 8 orang tersangkut dalam razia itu.

Namun ada salah satu tempat kos yang terjaring razia diback up salah seorang personil Polres Siantar yang menduduki jabatan sebagai Kapolsek Siantar Barat.

Informasi yang dihimpun, bahwa Iptu JS Sidabutar memback up sebuah kos-kosan ‘Rama Tama’ yang terletak di Jalan Seram, Gang Swadaya, Kelurahan Bantan, Kecamatan Siantar Barat. Yang membuat dirinya tidak terima dari razia itu, lantaran petugas Satpol PP telah mendobrak pintu kamar kos tersebut.

Salah seorang anggota Satpol PP kepada awak media mengatakan, kalau Sidabutar datang ke kantor Satpol PP dengan marah-marah.

"Tadi dia (Sidabutar) datang ke sini terus marah-marah sama kami. Terus dibilangnya kalau gak bisa kalian kupenjarakan, jangan panggil aku si penjara," ucap salah seorang anggota Satpol PP yang sedang lepas dinas saat berada di Kantor Satpol PP, Sabtu (10/6/2017) sekira pukul 14.00 WIB.

Lanjutnya, saat Kapolsek Siantar Barat datang ke Kantor Satpol PP, 2 unit mobil yang melakukan razia masih di jalan.

Begitu sampai ke kantor, rombongan yang mendengar Kapolsek marah marah langsung menuju ke Polsek Siantar Barat untuk menjumpai Kapolsek. Dan disitu lah sempat terjadi keributan.

Kepala Satpol PP, Robert Samosir membenarkan jika Kapolsek Siantar Barat mendatangi kantornya seraya marah-marah.

"Memang Kapolsek datang ke kantor kami. Namun sewaktu ia datang ke kantor dengan marah-marah, saya sedang tidak berada di sini, karena kami kan lagi bertugas di lapangan. Hanya beberapa saja yang berada di kantor dan anggota telah melaporkan kejadian itu kepada saya," ujar Robert.

Menurutnya, Kapolsek tidak terima karena mendengar kalau kos-kosan yang diketahui milik Koharik itu didobrak paksa oleh anggota. Robert menuturkan, kejadiannya tidak seperti itu, melainkan pemilik nya yang menyuruh untuk mendobrak pintu itu, makanya petugas mendobrak kamar kos-kosan.

“Kita hanya membawa 1 pasangan dari kos kosan Koharik itu. Kalau pun nanti ada panggilan karena kejadian tu, kita siap dan akan menjelaskan semuanya, pungkas Robert mengakhiri.

Penulis: Res. Editor: abn.