GKPS Ucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa, Bentuk Kerukunan Harus Dipertahankan

Spanduk yang berada di depan Gereja GKPS jalan Sudirman Kota Siantar yang bertuliskan selamat menjalankan ibadah puasa 1438H, Selasa (30/5/201). Kota Siantar merupakan kota tingkat toleransi umat beragama yang paling tinggi di Indonesia. (foto : lazuardy fahmi)

Siantar, hetanews.com - Setara Institute pada tahun 2015 lalu mengeluarkan hasil penelitian indeks Kota Toleran. Dan, Kota Siantar mendapat posisi tertinggi sebagai kota paling toleran di Indonesia.

Dan, hingga saat ini, Kota Siantar masih tetap menjaga kerukunan umat beragama. Terbukti, disaat masyarakat beragama muslim sedang menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan ini, jemaat Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS) Jalan Sudirman, Kota Siantar memampangkan spanduk sebagai bukti bentuk kerukunan, tepat di depan gereja tersebut.

Spanduk biru tersebut bertuliskan ‘Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1438H/2017M kepada saudara kami umat Muslim’ dan di bawah sebelah kanan spanduk  tertulis ‘Sie Bapa GKPS Jalan Sudirman Siantar’. 

Bentuk kerukunan dari jemaat GKPS kepada umat Muslim ini mendapat apresiasi dari Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Siantar, HM Ali Lubis. Ia menuturkan, kehadiran ucapan selamat menunaikan ibadah puasa dari umat Kristiani dalam bentuk spanduk tersebut sangat baik dalam menjaga kerukunan warga.

“Terima kasihlah atas ucapan menjalankan ibadah puasa. Semoga kerukunan yang telah terjalin selama ini terus terjaga sampai selamanya," ujarnya, Selasa (30/5/2017).

Kerukunan umat beragama seperti itu, diharapkan terus dipertahankan karena bentuk ketentraman dan saling memahami antar umat beragama. “Itukan bagus, nantinya umat Islam bisa juga mengucapkan selamat tuntuk perayaan agama lainnya. Dan umat Kristiani dan agama lain mengucapkan selamat berbuka puasa itu sah-sah saja karena itu dorongan moral. Bagus itu untuk tetap menjaga kerukunan dan harus dipertahankan,” tutur HM Ali Lubis.

Sementara itu, Ephorus GKPS, Pdt Rumanja Purba menyampaikan semua umat beragama memang harus saling menghormati di setiap ibadah-ibadah yang dilaksanakan. Terutama secara khusus untuk umat Muslim di Kota Siantar yang terkenal dengan kota yang toleran, dan rukun.

“Kami warga GKPS menghargai dan menghormati ibadah yang sedang dilaksanakan. Perbedaan agama jangan memisahkan yang majemuk di kota ini. Sehingga mari kita tekun dalam agama masing-masing namun tetap jangan lupa dengan menjaga kemajemukan tersebut. Yang pasti kerukunan ini harus tetap dijalin semua warga Siantar,” tutup Pendeta Rumanja.

Penulis: Ndo. Editor: abn.