Berdalih Sakit, Oknum Kabid Pemko Siantar Berstatus Terpidana Gagal Dipanggil Jaksa

Kepala Seksi Intelijen Kejari Siantar, Hary Palar. (foto : BT)

Siantar, hetanews.com - Oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemko Siantar yang kini berstatus terpidana kasus pemalsuan akta otentik (surat tanah) gagal memenuhi panggilan Kejaksaan Negeri (Kejari) Siantar. Sakit disebut menjadi asalan Ramlan tidak datang.

"Yang bersangkutan tidak datang karena sakit," ujar Kepala Seksi Intelijen Kejari Siantar, Hary Palar, Senin (17/5/2017).

Status terpidana Ramlan sesuai putusan Mahkamah Agung (MA) yang dikeluarkan pada tanggal 10 Januari 2017.

Putusan itu bernomor 1150 K/Pid/2016, menyatakan Ramlan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana membantu menggunakan akta otentik palsu.

Putusan MA menguatkan putusan PN Siantar menjatuhkan pidana pidana selama 5 bulan.

Hary menyampaikan, Ramlan yang kini menjabat Kepala Bidang Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota Siantar dipanggil pada pekan lalu, untuk menindaklanjuti putusan MA.

"Surat (panggilan) sudah kita layangkan hari Rabu dalam minggu lalu untuk datang hari ini, tapi alasannya sakit," ujar Hary ditemui di ruang kerjanya.

Tak berhenti disitu, Hary menegaskan pihaknya kembali melayangkan surat panggilan terhadap Ramlan, pekan depan. "Rencananya Senin depan," ungkapnya.

Namun di sisi lain, meski menyandang status terpidana, Eselon III di lingkungan Pemerintahan Kota Siantar itu masih tetap menjabat posisi "empuk" sejak dilantik pada 16 Mei 2017 lalu. Pelantikan dipimpin langsung Plh Walikota Siantar, Hefriansyah.

Baca juga : Hefriansyah Lantik Pejabat Terpidana, Ini Kasusnya

Penulis: BT. Editor: abn.