BLH Tobasa Diminta Tindak Tegas Pembuangan Limbah PT TPL

Pembuangan limbah diduga mengadung B3. (foto : Aldy Sitorus)

Tobasa, hetanews.com - Peraturan larangan membuang limbah yang mengandung Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) tampaknya masih dilanggar.

Aturan yang disertai ancaman pidana tersebut diduga telah dilanggar oleh salah satu perusahaan PT Toba Plup Lestari (TPL) yang berada di Desa Siantar Utara (Siruar), Kecamatan Parmaksian, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa).

Diketahui, sebuah perusahaan yang beroperasi di wilayah itu dengan sengaja menjadikan Sungai Asahan dekat pemukiman warga sebagai tempat pembuangan limbah. Warga di wilayah tersebut berharap pemerintah, melalui Badan Lingkungan Hidup (BLH) Tobasa menindak pelaku pembuang limbah yang diduga B3 di sembarang tempat tersebut.

Salon Simangunsong warga setempat menuturkan, pembuangan limbah diduga mengandung B3 itu, dilakukan sejak puluhan tahun lalu terhitung sejak berdirinya perusahaan PT Inti Indorayon Utama (IIU, sekarang PT TPL. Limbah yang dibuang ke aliran Sungai Asahan merupakan limbah cair yang mengandung zat kimia.

"Pembuangan limbah ke aliran Sungai Asahan yang melintasi perkampungan kami itu dari perusahaan di wilayah Parmaksian ini, warga terganggu dengan bau yang ditimbulkan. Selain menganggu kesehatan, dikhawatirkan memicu timbulnya berbagai penyakit," kata Salon, Senin (15/5/2017).

Menurut dia, sungai yang dijadikan sebagai pembuangan limbah yang berasal dari  PT TPL di wilayah Desa Siruar, Kecamatan Parmaksian. Ironisnya pemerintah setempat terkesan tutup mata, sebab meski warga kerap kali mengeluh dan melaporkan persoalan ini, hingga kini tidak ada tindakan konkrit.

"Dulu air sungai bersih dan jernih. Namun semenjak berdirinya perusahaan penghasil bubur kertas di wilayah ini, sungai menjadi tercemar dengan berbagai warna. Jangankan ikan, cacing tanah saja saya rasa banyak yang mati, makanya warga disini gunakan air minum beli air galon karena tak berani memakai air sumur takut keracunan," imbuhnya.

Hal senada juga dikatakan Sudin Siagian (35) warga Desa Siantar Utara. Dia mengaku resah dengan adanya limbah perusahaan yang dibuang ke aliran Sungai Asahan tersebut, karena menimbulkan bau yang tak sedap.

"Kalau bisa secepatnya pemerintah tegur perusahaan yang buang limbah itu, biar lingkungan kami tidak tercemar. Kita takut terkena penyakit kalau terus-menerus mencium bau limbah tersebut," harapnya.

Menanggapi hal ini, Kepala BLH Tobasa, Mintar Manurung mengatakan, pihaknya berjanji akan melakukan penelusuran jenis limbah itu dan perusahaan yang menjadi sumber pencemarnya. Selain itu, pihaknya akan menindak perusahaan tersebut, jika dalam pengecekan di lapangan terbukti pencemaran sungai tersebut disebabkan limbah kimia sisa produksi dari perusahaan.

"Secepatnya kita akan lakukan pengecekan ke lokasi dan mencari tau asal usul limbah yang dikeluhkan warga. Tentunya kita tampung dulu laporan warga, dan diprioritaskan," kilahnya.

 

Penulis: aldy. Editor: Aan.