Pestisida PT TPL Diduga Penyebab Keracunan Warga Manik Huluan

Kasi Kesehatan Lingkungan Dinkes Simalungun, Rosman Saragih. (foto : Zai)

Simalungun, hetanews.com - Penyebab keracunan sebanyak 155 orang warga Huta Manik Huluan, Nagori Sait Buntu Saribu, Kecamatan Pamatang Sidamanik, Kabupaten Simalungun, Rabu (19/4/2017) hingga mengalami muntah, demam, dan susah buang air besar (BAB) diduga akibat pestisida milik PT Toba Pulp Lestari (TPL).

Hingga pihak perusahaan bubur kayu berkedudukan di Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) itu tak kunjung mendatangi Pemkab Simalungun menyerahkan data pemupukan dan penggunaan pestisida. Walaupun sebelumnya sudah dijanjikan melalui Asisten Manager Komunikasi PT TPL.

Hal itu dibenarkan oleh Kepala seksi (Kasi) Kesehatan Lingkungan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Simalungun, Rosman Saragih, Selasa (2/5/2017) di ruang kerjanya.

"Sampai saat ini pihak PT TPL belum ada datang, dan uji lab dengan sampel bakteriologi dan kimia ke UPT Laboratorium Daerah belum turun," ungkapnya.

Menurut Rosman, pasca mengambil sampel sehari terjadinya keracunan pihaknya ada menghirup bebauan pestisida di kisaran sumber mata air warga. Akan tapi dirinya belum bersedia menjelaskan penyebab keracunan warga sebelum hasil uji lab kimia belum diturunkan UPT Laboratorium Daerah.

"Kita belum bisa memastikan, tunggu hasil uji Laboratorium Analisis sementara atas sampel Bakteriologi ditemukan bakteri Ecoli hingga 120 Ecoli dalam air minum yang dikomsumsi warga. Hanya saja akibat bakteri Ecoli itu penderita hanya mengalami disentri. Sementara yang dialami warga yakni demam, muntah, dan susah BAB," ujarnya.

Terpisah, salah seorang anggota Ikatan Dookter Indonesia (IDI) yang tidak mau dicatut jati dirinya mengatakan, jika keracunan makanan maupun bakteriologi bisanya secara reaksional akan langsung ingin buang air besar dan jika masuk infus rasa sakitnya dikatakan berkurang. 

"Biasanya kalau keracunan makanan maupun bakteriologi itu pasien langsung mau BAB dan kalau diinfus rasa sakitnya akan berkurang. Kalau mereka masih merasakan sakit perut dan pening hebat, maka diduga bukan dari makanan dan bakteriologi.  Kita tunggu aja hasil uji labnya, sebab tak bisa asal duga," bilangnya. 

Sebelumnya, Asisten Manager Komunikasi PT TPL, Augusta Sirait didampingi asisten manager lainnya, Andre Hutabarat, dan Hemlat Silaen melalui pesan singkatnya berjanji akan datangi Pemkab Simalungun guna menyerahkan data data terkait pemupukan dan penggunaan pestisida pada tanaman eucalyptus milik PT TPL.

Bahkan dikatakan pihak perusahaan bubur kertas itu pasca keracunan dialami warga Huta Manik Huluan langsung mengambil sampel yang selanjutnya mengirimkannya ke laboratorium untuk sebagai pembanding hasil laboratorium sampel dari Pemkab Simalungun. Ini mengingat karyawan TPL juga mengalami keracunan serupa dialami warga Simalungun dan mendapatkan perawatan medis. 

 

Penulis: Zai. Editor: Aan.