PT TPL Disebut Andil dalam Pencemaran Danau, Hutan dan Lingkungan Hidup  

Simalungun, hetanews.com - Salah satu perusahaan yang ikut memberikan andil dalam pencemaran terhadap lingkungan hidup adalah PT Toba Pulp Lestari (TPL) yang bergerak dalam produksi bubur kertas.

Selain mencemari kawasan Danau Toba dan merusak ekosistemhHutan, penggunaan pestisida yang terkesan tidak mendapatkan pengawasan dari pemerintah juga dinilai layak diduga sebagai penyebab keracunan yang dialami 155 orang warga nagori Sait Buntu Saribu, Pematang Sidamanik.

Dalam dialog nasional di Medan, Senin (25/7/2016), Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopulhukam), Luhut Panjaitan, mengatakan, bahwa jika tidak di siapkan langkah serius dan tegas dikhawatirkan pencemaran tersebut akan semakin sulit diatasi.

Luhut mengatakan, salah satu perusahaan yang ikut memberikan andil dalam pencemaran adalah PT Toba Pulp Lestari yang bergerak dalam produksi bubur kertas.

Perusahaan yang berlokasi di Kabupaten Toba Samosir tersebut perlu memperbaiki teknologinya, pengolahan limbahnya, dan memiliki HTI tersendiri agar tidak menebang hutan lagi.

"Jangan karena diberi recehan, lalu lupa. Kita berdosa sama anak cucu. Cari makan masih banyak ditempat lain," ujarnya

Disinggung terkait pernyataan pihak PT TPL, Selasa (25/4/2017) akan menyerahkan data data pemupukan dan penggunaan pestisida PT TPL terkait dugaan keracunan dialami 155 orang warga Nagori Sait Buntu Saribu kepada Pemkab Simalungun.

Asisten I Pemkab Simalungun, Marolop Silalahi mengatakan, sampai sekarang menurut setaunya pihak PT TPL belum ada datang untuk memberikan data data dimaksud.

"Sampai saat ini belum ada, entah jika ke Dinas Kesehatan (Dinkes). Karena informasinya apa yang dialami oleh masyarakat nagori Sait Buntu Saribu akibat air minum yang dikomsumsi tercemar. Itu urusan Dinkes," kata Marolop Silalahi, Rabu (26/4/2017).

Terpisah, Asisten Manager Komunikasi PT TPL, Augusta Sirait yang sebelumnya menerangkan bahwa perusahaan bubur kertas akan menyerahkan data data pemupukan dan penggunaan pestisida kepada Pemkab Simalungun, tidak bersedia lagi untuk dimintai keterangan walau nada sambung teleponnya aktif.  

Padahal sebelumnya pasca menemui wartawan, saat itu Augusta Sirait bersama 2 orang asisten manager, Hutabarat dan Hemlat Silaen mengaku bahwa Standard Operational Procedural (SOP) PT TPL terkait komunikasi mengedepankan transparansi dan selalu siap memberikan keterangan informasi 24 jam

 

Penulis: Zai. Editor: Aan.