Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1438 H, Hetanews.com libur mulai tanggal 25 Juni 2017 hingga 2 Juli 2017. Kami akan kembali tayang seperti biasa mulai tanggal 3 Juli 2017. Demikian pengumuman ini kami sampaikan kepada para pembaca Hetanews.com.

Aksi Pembakaran DVD di Istana Raja Sisingamangaraja XII Tuai Kecaman

Aksi pembakaran DVD yang dilakukan di Istana Raja Sisingamangaraja. (foto : Trendy)

Humbahas, hetanews.com - Aksi pembakaran sebanyak 3.333 keping kaset Digital Video Disc (DVD) yang dilakukan sekelompok masyarakat di kompleks istana Raja Sisingamangaraja XII, Kecamatan Baktiraja, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) pada Jumat (14/4/2017) lalu ternyata berbuntut panjang.

Kegiatan yang dianulir berkaitan dengan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta ini membuat berang sebagian besar masyarakat Humbahas dan keturunan Siraja Oloan.

Pasalnya kegiatan yang diduga dikomandoi seorang simpatisan salah satu pasangan calon (Paslon) gubernur DKI Jakarta yang berinisial R. Nababan ini adalah buntut dari kekecewaannya serta warga karena artis yang kasetnya dibakar tersebut beralih suara mendukung pasangan calon (paslon) lain.

Aksi ini tentu membuat sebagian masyarakat Humbahas merasa terlukai. Karena nenek moyang dan ikon suku Batak serta merupakan salah satu tokoh pahlawan nasional dilibatkan dalam Pilkada daerah lain, yang notabenenya tidak berhubungan dengan Raja Sisingamangaraja XII. Hal ini dianggap menodai kebudayaan dan demokrasi yang selama ini berjalan dengan baik di Kabupaten Humbahas.

Salah seorang perwakilan dari keturunan Siraja Oloan yang kecewa dengan aksi ini,  FL Sihite mengutarakan, bahwa dirinya sungguh sangat terlukai. Dia menganggap, aksi ini merupakan pelecehan budaya, yang membuat istana Raja Sisingamangaraja bagaikan tempat pembakaran sampah dan berniat akan melayangkan gugatan kepada pihak penyelenggara aksi tersebut.

“Ini sungguh melukai hati saya sebagai keturunan Siraja Oloan dan masyarakat Humbahas. Bagaimana tidak, Istana Raja Sisingamangaraja dibuat seperti tempat sampah, apa di rumahnya tidak ada tempat sampah? Kenapa harus disitu dibakar. Terlepas dari motivasi mereka membakar DVD itu dan ini harus diusut tuntas. Saya sudah melapor kepada Polres dan Pemkab Humbahas,” ujarnya, Selasa (25/4/2017).

Keturunan Si Raja Oloan, para wartawan dan perwakilan Pemkab Humbahas. (foto : Trendy)

Saat perwakilan generasi keturunan Siraja Oloan dan beberapa awak media membuat laporan kepada Pemkab Humbahas melalui Dinas Pariwisata (Dispar) setempat mengaku terkejut dan baru mengetahui hal tersebut.

Pasalnya di Istana Raja Sisingamangaraja XII itu ada salah seorang petugas dari Dispar yang menjaga dan bertugas membersihkan istana tersebut.

Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata, Hotmaida Butarbutar mengatakan, akan segera meninjau masalah ini dan berkoordinasi dengan pihak terkait seperti Kepolisian. Menurut Hotmaida, tempat itu adalah sakral yang merupakan salah satu peninggalan sejarah di Humbahas dan tidak layak dilakukan aksi tercela seperti itu di kompleks istana tersebut.

“Kami dari pihak pemerintah baru mengetahui dan kecewa serta mengkecam aksi itu. Kami berjanji akan segera meninjau dan turun ke lokasi untuk mengusut hal yang tercela seperti itu. Sungguh tidak layak dilakukan di tempat yang merupakan peninggalan sejarah dan sakral bagi masyarakat Humbahas. Kami akan berkoordinasi dengan pihak Polres dan Bupati Humbahas, agar bisa mengambil langkah apa saja yang harus dilakukan,” ujar Hotmaida.

Kedepannya, warga mengharapkan agar aksi seperti ini tidak terulang kembali. Karena negara Indonesia merupakan negara demokrasi terpimpin yang memegang teguh hak dan kebebasan masyarakat dalam menentukan hak pilihnya, dan agar tidak mencampur adukkan budaya dan agama dengan politik praktis yang menguntungkan segelintir orang dan golongan.

 

Penulis: Trendy. Editor: Aan.