Imbas Keracunan 'Paraquet',  TPL akan Serahkan Data Operasional pada Pemkab Simalungun

Foto profil WA, Augusta Sirait selaku Asisten Manager komunikasi PT TPL.

Simalungun, hetanews.com - PT Toba Pulp Lestari Tbk (TPL) Selasa (25/4/2017) akan menyerahkan data data terkait kegiatan operasional perusahaan, termasuk pemupukan dan pestisida kepada Pemkab Simalungun.  

Etika baik perusahaan bubur kertas di Tapanuli ini disampaikan asisten manager komunikasi PT TPL, Augusta Sirait, Minggu (23/4/2017) melalui telepon selulernya terkait peristiwa keracunan yang dialami masyarakat Huta Manik Huluan Nagori Sait Buntu Saribu, Kecamatan Pematang Sidamanik, Kabupaten Simalungun.

Menurut Augusta, apa yang dialami masyarakat Huta Manik Huluan, yakni keracunan hingga mengakibatkan muntah, demam dan susah buang air besar (BAB) sebanyak 155 orang terdiri dari anak anak dan orang dewasa juga dialami oleh sejumbah karyawan perusahaan dan terpaksa mendapatkan perawatan medis.

“Siang pak Sinaga. Menjawab pertayaan : kami prihatin dengan kejadian ini. Ada beberapa karyawan kami yang juga mengalami hal yang sama dan telah menjalankan perawatan medis,” tulis Augusta tanpa merinci identitas, jumlah, waktu kejadian, serta legalitas karyawannya.

Diutarakan, Selasa (25/4/20017), TPL akan menyerahkan data data terkait kegiatan operasional perusahaan, termasuk pemupukan dan pestisida kepada Pemkab Simalungun. 

Menurutnya, TPL sangat menghormati proses investigaasi yang sedang berlangsung, baik investigasi internal maupun yang dilakukan Pemkab Simalungun, melalui Dinas Kesehatan (Dinkes).

“Semoga menjawab, pak Sinaga. Mohon maaf atas keterlambatan membalas wa, bapak. Kami baru saja selesai ibadah,” tulis Augusta kembali.

Dan sebelumnya didampingi 2 orang Asisten Manager lainnya, Hemlat Silaen, dan Hutabarat mengaku bahwa pasca peristiwa keracunan dialami warga, TPL langsung mengambil sampel dan dibawakan ke laboratorium.

Sebelumnya, menindak lanjuti informasi yang dilangsir oleh pihak Humas Polres Simalungun pasca peristiwa tersebut menerangkan adanya keracunan dialami sebanyak 155 orang terdiri dari anak-anak dan orang dewasa diduga akibat air minum warga tercemar mengingat musim penghujan.

Menurut Pangulu Nagori Sait Buntu Saribu, P Ambarita, bahwa sumber air minum yang dikomsumsi warga  berasal dari hutan di areal tanaman eucalyptus PT TPL. Dan juga membenarkan adanya aktivitas rutin TPL menggunakan peptisida jenis paraquet (gramoxone).  

Indikasi keracunan pestisida jenis paraquet warga Huta Manik Huluan ini menguat, dimana menurut direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tuan Rondahaim, Lidya Saragih apa yang dialami warga bukan diakibatkan keracunan makanan.

Penulis: Zai. Editor: Aan.