Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kelola Parkir di Taman Bunga

Fasilitas parkir di dalam Taman Bunga (Lapangan Merdeka) yang dikelola Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota Siantar. (foto : Hug)

Siantar hetanews.com - Retribusi parkir di Taman Bunga kini sudah diberlakukan. Para pengunjung yang membawa masuk kendaraan roda dua ke dalam kompleks Taman Bunga sudah disediakan lahan parkir dengan biaya tarif sebesar Rp.2000 oleh Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota Siantar, Jumat (31/3/2017).

Saat ini, akses masuk Taman Bunga hanya diberlakukan dengan jalur satu pintu. Beberapa pintu lainya sudah ditutup dan dipasang plang agar kendaraan roda dua tidak boleh masuk. Di pintu masuk yang persis berada di depan Siantar Hotel Jalan WR Supratman itulah, setiap pengunjung yang mengendarai sepeda motor dapat masuk dan memarkirkan kendaraanya.

Selain itu, untuk mengantisipasi berkeliarannya sepeda motor dalam Taman, dipasang plang besi untuk menghalangi sepeda motor masuk kebagian dalam taman. Sehingga sepeda motor otomatis parkir di lokasi yang telah disediakan.

Seorang pria yang ditemui di lokasi mengatakan pengelolaan parkir tersebut diambil alih oleh Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota Siantar. Hal itu berlangsung sejak dinas tersebut melakukan kebijakan untuk mengelola Taman Bunga.    

"Buat uang masuk (karcis masuk) orang itu (Distarukim) gak berani. Jadi parkir kretalah dikelola," ujar Pria bertopi ini.

Sebut pedagang ini lagi, selain pengelolaan parkir, Distarukim juga mengambil alih penyediaan Toilet yang airnya masih bermasalah akibat kerusakan.

"Ya semenjak orang inilah (Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman), Apa yang ada di Taman Bunga ini uda jadi kekuasaan orang itu," imbuh pria yang bermukim di Kampung Banjar Kota Siantar ini.

Biaya parkir dan kamar mandi sama-sama ditarif seharga Rp 2.000. Pengakuan pria yang tak ingin memberitahukan namanya ini menuturkan bahwa, Taman Bunga atau Lapangan Merdeka acap kali berganti peraturan setiap pimpinan kota berhawa sejuk ini berganti.

Penulis: Hug. Editor: abn.
Komentar 2