Dokter Telat Masuk Kerja, DPRD Minta Hefriansyah Sidak ke RSUD Djasamen Saragih

Ketua Komisi I DPRD Siantar, Nurlela Sikumbang didampingi anggota Komisi I, Denny Siahaan memberikan keterangan pers terkait kunjungan ke RSUD Djasamen Saragih.(foto : Lazuardy Fahmi).

Siantar, hetanews.com - Komisi I DPRD Siantar yang mendatangi RSUD Djasamen Saragih dalam rangka kunjungan kerja (kunker), mendapatkan kendala-kendala yang sering dihadapi para pegawai, sehingga akan berimbas pada pasien yang sedang dirawat.

Seperti yang paling mencegangkan, walaupun Ria Telaumbanua tidak lagi menjabat sebagai Direktur Utama (Dirut) RSUD tersebut, seperti permintaan para dokter saat melakukan demonstrasi maupun mogok kerja, namun, dokter-dokter itu masih seperti malas kerja. Yakni, masuk kerja yang telat.

Pelaksana Tugas (Plt) Dirut RSUD Djasamen Saragih, Ronald Saragih mengatakan, bahwa pihaknya memang lagi berusaha untuk mengembalikan nama baik dan kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit plat merah tersebut. Karena diakuinya, masyarakat pasti memiliki pandangan negatif terhadap dokter di RSUD Djasamen Saragih.

“Jujur saja, mungkin untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat itu terhadap rumah sakit ini, mungkin membutuhkan waktu. Karena juga memang masyarakat langsung menilai negatif terhadap dokter-dokter kami. Dokter kok demo, dokter kok mogok,” ujarnya, dihadapan anggota DPRD Siantar, Senin (20/3/2017).

“Syukur-syukur, masuk kami di sini tanggal 9 Januari 2017, 10 Januari langsung berjalan dengan segala keterbatasan kami. Terus terang saja. Kalau masalah jam kerja, kita akui memang PNS jam 8 sampai jam 4,” sambungnya.

Namun, ia bukan membela dokter. Ini karena, negara Indonesia memperbolehkan dokter untuk bekerja atau membuka tempat praktik di 3 tempat yang berbeda. Hal tersebutlah yang menjadi dilema bagi mereka. Walaupun, ia sudah mengizinkan para dokter membuka praktek di rumah sakit tersebut.

“Tapi, saya bukan mau membela dokter, mereka diizinkan negara, (kerja/membuka) di tiga tempat praktik. Ini menjadi suatu dilema bagi kami dan kita sudah berupaya sebenarnya supaya sore mereka praktik disini. Sudah kita izinkan dokter-dokter ini praktik di rumah sakit ini,” katanya.

Ia juga tetap menginginkan adanya perubahan terhadap RSUD Djasamen Saragih. Dan seakan agar tidak melulu disorot akan kesalahan, ia juga menginginkan adanya penghargaan atas prestasi dari apa yang mereka lakukan. Hal itu adalah bentuk timbal balik atas apa yang dilakukan.

“Izinkan kami, pihak rumah sakit ini agar berupaya lebih baik lagi kedepan. Supaya masalah jam kerja dan lainnya, tolong diperhatikan juga kami. Adanya punish (hukuman) dan reward (penghargaan). Harapan kami, bisa lebih bekerja sama bagaimana bisa lebih kondusif lagi,” tutupnya

Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Siantar, Nurlela Sikumbang yang hadir bersama 4 anggota DPRD lainnya, Hotmaulina Malau, Arapen Ginting, Denny Siahaan dan Umar Silalahi mengatakan, berharap agar Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Siantar, Hefriansyah untuk turun langsung ke rumah sakit tersebut.

“Berharap, kepada Wali Kota Siantar untuk turun langsung melihat situasi rumah sakit. Mereka banyak hal-hal yang perlu dibenahi, yang perlu menjadi program utama dari Pemko terutama Wali Kota. Agar membenahi rumah sakit ini, baik dalam manajemen, dokter spesialis, jumlah pegawai yang kurang.

Harapan kita dari Komisi I, berharap bagaimana Rumah Sakit ini mempunyai nama yang baik dan menjadi tujuan utama daripada masyarakat Kota Siantar. Harapan ini apabila ditindak lanjuti oleh Wali Kota,” kata Nurlela.

Bahkan, tidak hanya turun dalam bentuk kegiatan biasa, kalau bisa, Hefriansyah diminta turun dalam bentuk inspeksi mendadak. Agar lebih tepat mengetahui apa yang terjadi di dalam rumah sakit tersebut.

“Kami berharap secepatnya Wali Kota untuk turun ke lapangan langsung ke RS. Karena RS membutuhkan beliau untuk pembenahan bagaimana meningkatkan dan memberikan perbaikan. Wali Kota perlu turun (sidak) dan agar mengetahui langsung seperti apa yang dibutuhkan rumah sakit,” ujar Nurlela mengakhiri.

Penulis: Ndo. Editor: Aan.
Komentar 1
  • Trendy
    perlu diberantas sifat-sifat arogan para petugas BPJS ini, kalau tidak ikhlas melayani rakyat, jangan kerja disitu..!!!