Ketua DPRD Siantar, Eliakim Simanjuntak. (foto : Ndo)

Siantar, hetanews.com - Adanya intrik pasca terbitnya Peraturan Wali Kota Siantar (Perwa) Nomor 29 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah oleh Penjabat (Pj) Wali Kota, Anthony Siahaan membuat Ketua DPRD Kota Siantar, Eliakim Simanjuntak angkat bicara.

Eliakim Simanjuntak kepada para awak media, Selasa (11/1/2017) mengatakan, bahwa sesuai dengan Peraturan Pemerintah ( PP) Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah, pada pasal 3 ayat 1 menyebutkan pembentukan dan susunan perangkat daerah ditetapkan dengan Peraturan Daerah (Perda). Dan tidak ditetapkan dengan Perwa.

“Namun, berdasarkan surat Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Wali Kota telah menetapkan Perwa Nomor 29 Tahun 2016. Tetapi itupun ada kejanggalan. Tanggal 29 (Desember 2016) mengajukan permohonan kepada Gubsu untuk diterbitkan Perwa, tanggal 29 juga terbit jadi Perwa. Menurut kita itu akal-akalan,” kata Eliakim.

Nilainya, Pj Wali Kota arogan karena tidak menghormati Perwa yang diterbitkannya, karena ada kerancuan dalam isi Perwa tersebut. Ia melihat, Pj Wali Kota seperti inging mengobok-obok dan memecah belah para birokrat Kota Siantar ini. Bukan untuk merangkul dan menyatukan Pegawai Negeri SIpil (PNS) di Kota Siantar.

Pj Wali Kota Siantar, Anthony Siahaan ketika disinggung pernyataan dari Eliakim Simanjuntak yang menyebut bahwa dirinya arogan, ia tidak ingin berkomentar masalah tersebut. Karena menurutnya, ia yang sudah bertemu dengan Eliakim tidak ada tanda-tanda ada masalah. Malah Eliakim berekpresi dengan senyum.

“Ah dang pola tanggapan hu i. Bah dibereng ho do nakkin boa do par aroganna. Senyum-senyum do ibana. (Tak perlu ku tanggapi itu. Kan dilihatmu juga nya tadi gimana pula arogana. Senyum-senyumnya dia (Eliakim) tadi),” ujar Anthony usai menghadiri rapat paripurna di DPRD Siantar.