ULP Tak Selektif, Pemborong 'Kabur', Pengerjaan Jalan Terbengkalai

Kondisi pengerjaan drainase yang diduga ditinggalkan pemborongnya.

Tobasa, hetanews.com - Pemkab Toba Samosir (Tobasa) dinilai masih jauh dari slogannya, 'Tobasa Hebat' karena kinerja yang dinilai masih belum memuaskan.

Hal ini dilihat dari contoh kecil tidak selektifnya Unit Layanan Pengadaan (ULP) Tobasa dalam melakukan pelelangan pengerjaan proyek. Tidak selektifnya pelelangan ini, berakibat fatal bagi pembangunan Tobasa.

Seperti pengerjaan jalan jurusan Dusun Sibulele ke Desa Bonan Dolok dan drainase Kecamatan Balige, Tobasa. Dalam plang proyek terlihat jika pengerjaan ini dimulai pada tanggal 4 Agustus 2016. Proyek dengan nomor kontrak: 10-KTR/PPK-1/DAK/BPU-II/VIII/2016 ini bernilai Rp1.791.520.000. Sayangnya, di dalam plank proyek tersebut tidak tercantum batas waktu pengerjaannya.

Kini, berhembus kabar jika pemborong pengerjaan proyek ini, yakni CV. Yasha diduga 'kabur' dan meninggalkan pengerjaan tersebut terbengkalai.

Kondisi pengerjaan proyek yang terbengkalai.

Pantauan hetanews, Rabu (11/1/2017), terlihat material bangunan masih berserak di pinggir jalan, bahkan sebagian memakan badan jalan. Tak hanya itu, pembangunan drainase juga terlihat gantung dan belum selesai, jalan berlubang juga masih banyak di tengah jalan.

Pekerjaan ini juga menimbulkan protes dari masyarakat. Seperti yang disampaikan oleh B boru Manurung, yang merasa terganggu dengan keberadaan material seperti batu dan pasir yang terbengkalai.

"Jadi berdebu jalan ini, sebagian material juga diletakkan di pinggir jalan bahkan ada yang memakan badan jalan, ini semakin mempersempit jalan. Tapi sampai sekarang tak juga diselesaikan. Tidak tau apa penyebabnya," sebutnya.

Sama halnya dengan pengakuan Andrey Simatupang. Menurutnya, para pekerja terakhir kali terlihat pada bulan Desember 2016 lalu, sejak itu sampai saat ini tidak ada lagi pekerja untuk menyelesaikan pengerjaan jalan dan dreainase itu.

Pengerjaan proyek drainase yang tak kunjung dituntaskan.

"Seingat saya, pekerja terakhir kali masuk pada minggu ke-2 bulan Desember tahun lalu. Sejak itu sampai sekarang tidak pernah lagi dilanjutkan pengerjaannya," sebut Andrey Simatupang kepada hetanews

Sayangnya, Kadis Pengerjaan Umum (PU) Tobasa, Bresman Simangunsong yang coba ditemui di kantornya, Rabu (11/1/2017) untuk mempertanyakan tindak lanjut proyek ini tidak berhasil ditemui.

Penulis: Johan. Editor: Aan.