Tampak parit pasangan baru yang sudah mengalami kupak kapik permukaan lantainya. (foto : Zai)

Siantar, hetanews.com - Tak ingat, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) peningkatan berkala jalan desa Simarimbun, di Kecamatan Siantar Simarimbun lempar bola panasnya kepada Direktur Teknik (Dirtek) kegiatan di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Kota Siantar.

"Manalah terhapal saya volume kegiatan tersebut, kepada Dirtek P Panjaitan saja pertanyakan. Kalau ketebalan hotmik jalan itu yakni 5 centimeter," ungkap Ruben Tarigan selaku PPK, Rabu (11/1/2017) dari seberang telepon seluler miliknya.

Dikatakan Ruben, selaku PPK proyek menelan Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran (TA) 2016 Pemko Siantar bernomor kontrak 600/13/SPP-RPJ/PML/BMP/X/2016 itu belum mengetahui apakah realisasi kegiatan sudah diukur maupun sudah di kording terkait ketebalannya.

"Saya kurang tau apakah realisasi kegiatan itu sudah diukur maupun dikording ketebalannya. Setelah cek kelapangan, nanti kita khabari apa realisasi kegiatan sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB)," janji Ruben untuk mengirmkan nomor kontak person dirtek.

Disinggung terkait volume panjang peningkatan berkala jalan tersebut, Dirtek kegiatan di dinas PU Bina Marga Kota Siantar, P Panjaitan menjelaskan, volume panjang jalan 2,4 kilometer, dengan lebar badan jalan hotmik 6 meter.

"Ketebalan hotmik jalan itu, sesuai hasil kor. Dan hasilnya sudah sesuai dengan spek, yakni 5 centimeter. Terkait panjang, lebar, ketebalan dinding maupun lantai drainase yang ada dibahu jalan, kurang hapal. Karena jumping-jumping," ujarnya.

Namun apa yang disampaikan diduga tidak berbanding lurus. Pasalnya, permukaan aspal hotmik sesudah pemadatan tidak halus dan rata kepada punggung lapangan. Kuat dugaan tingkat yang ditetapkan di dalam toleransi diabaikan.

Simanjuntak, salah satu warga mengatakan, penyebab permukaan aspal hotmik tidak halus dan rata ke punggung lapangan dikarenakan pihak rekanan tidak menggunakan mesin gilas bertekanan sesuai tonase dan tidak tersedianya ballast dalam hal pemadatan. 

Sehingga ketebalan aspal hotmik 5 centimeter yang disampaikan dirtek kegiatan diragukan. Selain itu, masih Simanjuntak, di saat memasang aspal hotmik diatas pondasi, bentuk dan profil pondasinya tidak sama benar. Sehingga penampang melintang tidak dapat dipadatkan sepenuhnya.

Menurutnya, sebelum memasang hotmik, pondasi lapangan tersebut tidak dilapisi dengan aspal resap pelekat sesuai tingkat pemakaian. Hal itu terlihat dari maraknya permukaan hotmik yang mula menganga akibat materialnya berlepasan membentuk lubang-lubang halus.

Pengerjaan parit pasangan jumping itu juga dinyakini tidak sesuai kualitas maupun kualitas yang diharapkan. Pasalnya, parit pasangan tersebut tidak dipasangi pondasi. Selain tanpa  pondasi, ketebalan lantai parit juga diragukan. Sebab, di saat memasangi lantai, minim butiran pengeras. 

Dijelaskan, tertera pada plang proyek, kegiatan tersebut yakni peningkatan berkala jalan desa Simarimbun tanpa surat perintah kerja (SPK). Bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) TA 2016 sebesar Rp 5.496.555.000. Dan dikerjakan, PT Rizky Atma Mulya beralamat Jalan Puri Gang Purnama nomor 267-ILT-II Medan.