Pemborong Tanaman Ulang Kebun Dolok Sinumbah Terindikasi Korupsi Tandan Kosong

Tampak tandan kosong kelapa sawit pada lubang bigh hole asal ada dan tanaman kelapa sawit banyak tumbang. (foto : Zai).

Simalungun, hetanews.com - Selaku pemborong yang dihunjuk PTPN IV Medan, CV Karunia Abadi dan sejumlah perusahaan lain, diduga mengkorupsi volume tandan kosong (tankos).

Pasalnya, fakta lapangan, volume tandan kosong disejumblah lubang lubang big hole tidak sesuai dengan volume yang ditentukan.   

Informasi dihimpun dari sejumlah warga di Afdeling III PTPN IV Dolok Sinumbah menyebutkan, lazimnya tandan kosong untuk tanaman ulang kelapa sawit tahun 2016 yakni sekira 250 kilogram per lubang. Atau setara 250 tandan per lubang. Namun fakta di lapangan hanya 30-70 tandan.

"Lazimnya per lubang sekira 250 kg atau 250 tandan kosong. Akan tapi fakta dilapangan itu tak ditemukan. Yang ada hanya 30-70 tankos. Jadi sangat jelas pemborong mengkorupsi volume. Selain tankos, belum semua lubang big hole ditanam kelapa sawit, " bilangnya ngaku bernama Budi pada Rabu (11/1/2017) sekira pukul 15.00 WIB.

Menurutnya, tandan kosong kelapa sawit (TKKS) itu dapat dimanfaatkan sebagai sumber pupuk organik dan memiliki kandungan unsur hara yang dibutuhkn oleh tanah dan tanaman.

"TKKS itu mencapai 23 % dari jumblah pemanfaatan limbah kelapa sawit. Selain alternatip, organik ini juga dapat memberikan manfaat lain termasuk dari sisi ekonomi. Bahkan menghemat penggunaan pupuk sintesis hingga 50 %, " ujarnya.

Selain membuat lubang manual dalam bigh hole fiktif, sambungnya. Kegiatan lainnya, seperti membuat lubang manual di areal jurangan asal jadi. Kegiatan merencek/rumpuk cabang kelapa sawitnya pun tidak dilaksanakan dengan menggunakan parang. "Banyaklah penyimpangan yang terjadi," bilangnya.

Penulis: Zai. Editor: Aan.