Korban Diancam Sebelum Disetubuhi di Kebun Sawit

Simalungun, hetanews.com - M Samsir Damanik alias Basir (20) didakwa menyetubuhi korban Disa (nama samaran) yang masih berusia 14 tahun.

Melalui dakwaan jaksa Pahala Eric Sitanggang yang dibacakan Saut Damanik dalam persidangan tertutup untuk umum, Rabu (11/1/2017) di Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, menyebutkan, terdakwa mengancam korban dengan sebuah obeng dan mencekik leher korban.

Persetubuhan itu dilakukan terdakwa pada Sabtu, 30 Januari 2016 sekira pukul 12.00 WIB. Saksi korban yang berada di rumah neneknya di Huta III Rawa Bening Nagori Bandar Rakyat dijemput oleh terdakwa untuk berjalan-jalan dengan sepeda motor Honda Vega RR nomor polisi (nopol) BK 5562 TAY. Siang itu, korban yang sudah kenal dengan terdakwa tidak menyangka akan disetubuhi.

Terdakwa membawa korban ke areal perkebunan PT PP Lonsum Bah Lias Bandar yang sangat sepi. Di tempat itu, terdakwa langsung mencekik leher korban dan memaksa korban membuka pakaiannya.

Tak hanya itu, terdakwa juga dengan sebuah obeng yang siap menancap di perut korban, jika tidak mau melayaninya.

Meski korban sudah menangis dan meminta agar terdakwa melepaskannya, terdakwa terus mengancam hingga korban takut dan terdakwa berhasil menyetubuhinya. Selanjutnya terdakwa mengantar korban pulang ke rumah neneknya.

Dengan wajah yang trauma dan ketakutan, saksi korban menceritakan hal tersebut kepada neneknya. Dari hasil visum et revertum No : 592/RSUD/VER/I/2016 dari RSU Perdagangan menyebutkan, selaput darah sudah tidak utuh lagi karena dilalui benda tumpul.

Perbuatan terdakwa dijerat dengan pasal 81 (1) dan ayat (2) Undang-Undang (UU) RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Terdakwa membantah dakwaan jaksa dan keberatan.

Untuk mendengarkan keterangan saksi-saksi, majelis hakim Julius Panjaitan, Ramauli H Purba dan Hendrawan dibantu Panitera P Saragih menunda persidangan pada Rabu mendatang. 

Penulis: ay. Editor: Aan.