Kedua terdakwa usai mengikuti persidangan. (foto : Ayu)

Simalungun, hetanews.com - Ibu dan anaknya, Tianur br Manurung (56) warga Dusun II Sei Besar Kelurahan Kuala Indah, Kecamatan Sei Suka, Kabupaten Batubara dan Rolis Callebud Gultom (27) warga Huta Jaumariah Nagori Saribu Asih Kecamatan Hatonduhan, didakwa melakukan pengrusakan, diadili di Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, Rabu (11/1/2017).

Menurut dakwaan jaksa Paha Eric Sylvandro, perbuatan itu dilakukan kedua terdakwa bersama Robin Gultom (DPO) pada Kamis, 15 Januari 2015 sekira pukul 09.00 WIB di Huta Jauhmariah Nagori Saribu Asih. Terdakwa Tianur bersama anak-anaknya di depan umum dengan sengaja melakukan pengerusakan.

Para terdakwa memotong pohon durian, pohon kelapa dan pohon jeruk nipis dengan sebuah kampak hingga rusak dan tidak dapat tumbuh lagi milik saksi korban Mif Dewi Maya Siahaan.

Akibat perbuatan para terdakwa, saksi korban mengalami kerugian lebih dari Rp 10 juta. Perbuatan para terdakwa dipersalahkan dengan pasal 170 (1) KUHP dan pasal 406 (1) KUHP jo pasal 55 (1) ke-1 KUHP.

Usai pembacaan dakwaan, majelis hakim Novarina Manurung, Justiar Ronald dan Hendrawan Nainggolan melanjutkan persidangan dengan keterangan saksi-saksi.

Sejumlah saksi yang didengar keterangannya, pada pokoknya mengatakan, para terdakwa melakukan pengerusakan karena merasa lahan tersebut merupakan warisan.

Namun, faktanya, tanaman tersebut telah ditanami saksi korban Mif Dewi Maya Siahaan dan mangiring Manurung, sesuai Sertifikat Hak Milik (SHM) No 239. Atas keterangan para saksi-sebahagian dibenarkan oleh terdakwa.

Untuk mendengar keterangan terdakwa, majelis hakim dibantu panitera A Manurung menunda persidangan hingga Rabu mendatang.